STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI SPESIALIS PENYAKIT MULUT

Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut-Free PDF

  • Date:04 Nov 2019
  • Views:109
  • Downloads:4
  • Pages:22
  • Size:776.59 KB

Share Pdf : Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Download and Preview : Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut


Report CopyRight/DMCA Form For : Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut


Transcription:

KATA PENGANTAR, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang atas perkenan dan ridho Nya. Buku Standar Kompetensi dokter gigi Spesialis dapat diselesaikan dan diterbitkan oleh Konsil. Kedokteran Indonesia KKI Proses penyusunan buku ini memerlukan pemikiran tenaga waktu. dan dana baik dari KKI yang memfasilitasi maupun stakeholders yang mempunyai komitmen. tinggi dalam meningkatkan mutu lulusan Kebersamaan dalam penyusunan standar kompetensi. dokter gigi Spesialis ini diwujudkan dari dedikasi anggota Pokja Divisi Pendidikan KKG dan para. ketua kolegium , Pendidikan dokter gigi Spesialis merupakan pendidikan profesional lanjutan setelah. memiliki kompetensi dokter gigi sesuai standar kompetensi dokter gigi Berdasarkan hal tersebut. maka kompetensi untuk bidang bidang spesialisasi Ilmu Kedokteran Gigi yang akan dicapai. adalah lebih spesifik dan spesialistik dengan titik berat kepada kompetensi profesionalisme . kemampuan akademik lanjut dan keahlian klinik spesialistik yang lebih mantap . Buku Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Indonesia ini mencantumkan domain. area kompetensi dan kompetensi utama merupakan template yang digunakan oleh 8 bidang. spesialisasi Ilmu Kedokteran Gigi Klinik dan menjadi payung bagi semua bidang spesialisasi . Karena itu perlu disepakati bersama Setiap kolegium menjabarkannya sesuai dengan bidang. ilmu spesialisasinya sampai dengan kompetensi penunjang Selanjutnya pengembangan. kurikulum dilakukan oleh program studi pada institusi penyelenggara pendidikan dokter gigi. Spesialis , Penyusunan standar kompetensi dokter gigi Spesialis memerlukan waktu lebih lama dari. pada penyusunan standar kompetensi dokter gigi Hal ini berkaitan dengan proses untuk. memperoleh kesepakatan dari 8 bidang spesialisasi ilmu KG diperlukan beberapa kali. pertemuan Pada bulan Mei 2007 diperoleh kesepakatan bersama Ketua MKKGI para Ketua. Kolegium bidang spesialisasi IKG dan Ketua KKG Pada sidang pleno KKI tanggal 7 Desember. 2007 dilakukan Pengesahan Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis melalui Surat Keputusan. KKI No 52 KKI KEP XII 2007 tahun 2007 , Dengan disahkannya oleh KKI yang sebelumnya telah disepakati stakeholders standar. kompetensi dokter gigi Spesialis ini menjadi acuan bagi setiap kolegium dalam menyusun. standar kompetensi dokter gigi Spesialis bidang ilmu spesialisasinya Di samping itu juga menjadi. acuan bagi setiap institusi pendidikan penyelenggara program pendidikan dokter gigi Spesialis . Akhir kata ungkapan terimakasih dan penghargaan yang tinggi ditujukan kepada semua. pihak yang memberikan pemikiran waktu dan tenaga sehingga buku ini dapat diterbitkan dan. terpulang bagi Allah SWT segala puji atas karunia dan hidayah Nya . Jakarta Desember 2007,Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Gigi.
Konsil Kedokteran Indonesia,Prof Dr Retno Hayati drg SKM SpKGA. i, KATA SAMBUTAN, KETUA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA. Assalamu alaikum Wr Wb , Kemajuan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan khususnya iptek di bidang. kedokteran dan kedokteran gigi menuntut tersedianya sumber daya manusia yang handal dan. terampil serta profesional dalam hal memberikan pelayanan kepada masyarakat Di lain pihak . tersedianya alat dan teknologi yang canggih akan mudah memperoleh informasi dengan cepat. sehingga masyarakat sebagai pengguna sadar akan hak haknya disamping kewajiban kewajiban. yang harus ia penuhi , Perlu kita sadari bahwa akhir akhir ini dirasakan adanya peningkatan keluhan masyarakat. baik di media elektronik maupun media cetak terhadap tenaga dokter dan dokter gigi dalam. memberikan pelayanan kesehatan Kita memahami bahwa pelayanan kesehatan merupakan. proses hilir baik buruknya pelayanan kesehatan ditentukan proses dari hulu yaitu pendidikan. profesi kedokteran dan kedokteran gigi , Khusus untuk kualitas pelayanan yang diberikan oleh dokter gigi Spesialis tentunya juga.
tidak terlepas dari bagaimana kompetensi dokter gigi Spesialis sehingga benar benar dapat. mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran gigi mutakhir sehingga seorang dokter. gigi Spesialis mempunyai kompetensi yang handal dengan tetap menjaga etika kedokteran gigi . Buku ini disusun sebagai acuan standar kompetensi dokter gigi Spesialis dalam. penyelenggaraan pendidikan dokter gigi Spesialis Kepada tim penyusun dan para kontributor . kami ucapkan selamat dan penghargaan atas dedikasi dan terbitnya buku standar kompetensi. dokter gigi Spesialis ini ,Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jakarta Desember 2007,Ketua Konsil Kedokteran Indonesia. dr Hardi Yusa SpOG MARS, ii, KATA SAMBUTAN, KETUA KONSIL KEDOKTERAN GIGI. Assalamu alaikum Wr Wb , Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas bimbingan petunjuk dan. kekuatan Nya kepada kita maka selesailah buku Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis. Indonesia Sesuai dengan yang diamanahkan oleh Undang Undang RI No 29 tahun 2004. tentang Praktik Kedokteran buku ini merupakan kerjasama para stakeholders Konsil Kedokteran. Indonesia di dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dokter gigi Spesialis di. Indonesia Proses penyusunannya memakan waktu yang cukup lama karena pada saat ini telah. ada 8 program bidang spesialis yang masing masing mempunyai ciri khas sehingga memerlukan. berbagai pertimbangan dan kompromi dalam rangka mengakomodasi situasi dan kondisi di. lapangan Diharapkan buku ini menjadi acuan bagi seluruh Kolegium setiap bidang spesialisasi. ilmu kedokteran gigi pengelola dan dosen program pendidikan dokter gigi Spesialis di Institusi. Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia khususnya penyelenggara pendidikan program. dokter gigi Spesialis agar tercipta pendidikan yang berkualitas . Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi . tingginya kepada Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia MKKGI para Kolegium setiap. bidang spesialisasi ilmu kedokteran gigi para Ikatan Profesi Dokter Gigi Spesialis Asosiasi. Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia AFDOKGI Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Pendidikan ARSGMP Departemen Kesehatan Depkes dan Departemen Pendidikan Nasional. Depdiknas terutama kepada mereka yang duduk di dalam kelompok kerja Konsil Kedokteran. Gigi divisi standar pendidikan yang selama ini telah bekerja keras menyusun standar kompetensi. dokter gigi Spesialis ini Semoga segala upaya yang telah dilakukan akan bermanfaat bagi. peningkatan kualitas pendidikan dokter gigi Spesialis di Indonesia dan di dalam penerapannya. akan mendapat bimbingan dari Allah SWT Amien ,Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta Desember 2007,Ketua Konsil Kedokteran Gigi. Konsil Kedokteran Indonesia,Prof Dr Roosje Rosita Oewen drg SpKGA. iii, KEPUTUSAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA, NOMOR 52 KKI KEP XII 2007. TENTANG, STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI SPESIALIS. KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA , Menimbang a bahwa perkembangan yang sangat pesat dalam ilmu pengetahuan.
dan teknologi bidang kedokteran menuntut tersedianya sumber daya. manusia yang handal dan terampil serta profesional dalam. memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa. pelayanan medis , b bahwa disadari dan dipahami oleh pihak pihak yang terlibat. pelayanan kesehatan merupakan proses hilir sedangkan baik. buruknya pelayanan juga ditentukan oleh proses hulu yang dimulai. dari pendidikan , c bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh Dokter Gigi Spesialis. tidak terlepas dari instansi pendidikan Dokter Gigi Dokter Gigi. Spesialis serta kemampuan untuk dapat mengikuti ilmu pengetahuan. dan teknologi kedokteran gigi mutakhir sehingga seorang Dokter Gigi. Spesialis mempunyai kompetensi yang handal , d bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada. huruf a huruf b dan huruf c perlu menetapkan Keputusan Konsil. Kedokteran Indonesia tentang Standar Kompetensi Dokter Gigi. Spesialis , Mengingat 1 Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan. Nasional Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor. 78 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301 . 2 Undang Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116 . Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431 . 3 Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan. Tinggi Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor. 115 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3859 . 4 Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 22 KKI Kep XI 2006. tentang Pengesahan Standar Pendidikan Profesi Dokter Gigi . 5 Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 23 KKI Kep XI 2006. tentang Pengesahan Standar Kompetensi Dokter Gigi . iv, MEMUTUSKAN ,Menetapkan , Kesatu KEPUTUSAN KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA TENTANG.
STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI SPESIALIS , Kedua Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis sebagaimana tercantum di. dalam Lampiran Keputusan ini , Ketiga Tujuan Pembuatan Standar Kompetensi sebagaimana dimaksud dalam. Diktum Kedua adalah , A Tujuan Umum , untuk menetapkan batas minimal yang harus dimiliki oleh Dokter. Gigi Spesialis dalam melaksanakan praktik profesinya sekaligus. menggambarkan mutu pada saat melakukan pelayanan kesehatan. gigi dan mulut spesialistik , B Tujuan Khusus , 1 sebagai pedoman bagi institusi pendidikan dalam. menyelenggarakan program pendidikan Dokter Gigi Spesialis di. Indonesia , 2 sebagai landasan bagi Kolegium bidang Spesialisasi Ilmu.
Kedokteran Gigi dalam menyusun Standar Kompetensi Dokter Gigi. Spesialis sesuai bidangnya , 3 sebagai pedoman uji kompetensi Dokter Gigi Spesialis Indonesia . 4 sebagai acuan untuk penyusunan Standar Profesi dan Standar. Pelayanan Medik Dokter Gigi Spesialis Indonesia , 5 sebagai acuan Dokter Gigi Spesialis dalam melakukan praktik. sesuai dengan profesinya , Keempat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan . Ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 19 Desember 2007. Konsil Kedokteran Indonesia, Ketua , H Hardi Yusa dr SpOG MARS.
v, UCAPAN TERIMA KASIH, Konsil Kedokteran Indonesia menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi . tingginya kepada semua pihak yang telah membantu sejak awal disusunnya draf standar. kompetensi dokter gigi Spesialis sampai dengan kesepakatan dan penetapan Standar. Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Indonesia sehingga dapat diterbitkannya buku ini . Kontributor, 1 Prof Dr Roosje Rosita Oewen drg SpKGA. 2 Prof Dr Retno Hayati drg SKM SpKGA, 3 Afi Savitri Sarsito drg SpPM. 4 Dr Grita Sudjana drg MS, 5 Soedjoko drg MS, 6 Gus Permana Subita drg PhD SpPM. 7 Bambang Trenggono drg MS, 8 Dr Harum Sasanti Nugroho drg SpPM.
9 Haris Nasutianto drg MKes, 10 Andi Sumidarti drg MS. 11 Tis Karasutisna drg SpBM, 12 Winiati Sidharta drg SpKG. 13 Ari Subianto drg, 14 Annie Tri Susilo drg MARS. 15 Wahyu Sulistiadi drg MKes, 16 Bulan Rachmadi drg MKes. 17 Mirza drg, 18 Hardi Yusa dr SpOG MARS, 19 Emmyr Faizal Moeis drg MARS.
20 Prof Dr Farid Anfasa Moeloek dr SpOG K , 21 Prof Dr Biran Affandi dr SpOG K . 22 Prof Wiguno Prodjosudjadi dr SpPD KGH PhD, 23 Prof Dr Mohamad Mulyohadi Ali dr. 24 Dr Oedijani Santoso drg MS, 25 I Putu Suprapta drg MSc. 26 Kresna Adam drg SpBM, 27 Ieke Irdjiati dr MPH, 28 Tini Hadad. 29 Dra Adryati Rafli, 30 Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia.
31 Ketua Kolegium Konservasi Gigi, 32 Ketua Kolegium Ortodonsia. 33 Ketua Kolegium Bedah Mulut, 34 Ketua Kolegium Periodonsia. 35 Ketua Kolegium Kedokteran Gigi Anak, 36 Ketua Kolegium Penyakit Mulut. 37 Ketua Kolegium Prostodonsia, 38 Ketua Kolegium Radiologi Kedokteran Gigi. 39 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi. 40 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Ortodonsia, 41 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut.
42 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Periodonsia. 43 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Dokter Gigi Anak. vi, 44 , 45 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut. 46 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia. 47 Ketua Ikatan Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi. 48 Dekan FKG Universitas Indonesia, 49 Dekan FKG Universitas Trisakti. 50 Dekan FKG Universitas Mustopo Beragama , 51 Dekan FKG Universitas Padjadjaran. 52 Dekan FKG Universitas Gajah Mada, 53 Dekan FKG Universitas Airlangga. 54 Dekan FKG Universitas Hang Tuah, 55 Dekan FKG Universitas Djember.
56 Dekan FKG Universitas Hasanudin, 57 Dekan FKG Universitas Sumatera Utara. 58 Dekan FKG Universitas Mahasaraswati, 59 Dekan FKG Universitas Baiturrahmah. 60 Ketua Prodi KG Universitas Muhammadyah Yogyakarta. 61 Ketua Prodi KG Universitas Sriwijaya, 62 Ketua Prodi KG Universitas Sam Ratulangi. 63 Ketua Prodi KG Universitas Syiah Kuala, 64 Kolegium Dokter Gigi Indonesia. 65 Persatuan Dokter Gigi Indonesia, 66 Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan.
67 Ditjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI. 68 Departemen Kesehatan Republik Indonesia,Sekretariat. Minarto Riyadi, Zahrotiah Akib Lukman, Hendrastuti Pertiwi. Resi Arisandi, Maman Budiman, Murtini, Wahyu Winarto. Solihin, vii, DAFTAR ISI, halaman,Kata Pengantar i. Kata Sambutan Ketua KKI ii,Kata Sambutan Ketua KKG iii.
2007 dilakukan Pengesahan Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis melalui Surat Keputusan KKI No 52 KKI KEP XII 2007 tahun 2007 Dengan disahkannya oleh KKI yang sebelumnya telah disepakati stakeholders standar kompetensi dokter gigi Spesialis ini menjadi acuan bagi setiap kolegium dalam menyusun

Related Books