PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP TINGKAT NYERI PADA ANAK

Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak-Free PDF

  • Date:12 Mar 2020
  • Views:45
  • Downloads:0
  • Pages:18
  • Size:647.09 KB

Share Pdf : Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak

Download and Preview : Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak


Report CopyRight/DMCA Form For : Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak


Transcription:

PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP TINGKAT,NYERI PADA ANAK SAAT PEMASANGAN INFUS. DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA, Penyakit dan hospitalisasi seringkali menjadi masalah utama yang harus dihadapi. oleh seorang anak Tindakan pemasangan infus merupakan salah satu prosedur. invasif pada anak saat mengalami hospitalisasi dan dapat menimbulkan rasa nyeri. Nyeri yang tidak diatasi mengakibatkan anak menjadi tidak kooperatif dan. menolakterhadap prosedur tindakan sehingga dapat menghambat proses. penyembuhan Murotal Al Qur an merupakan teknik distraksi yang diharapkan. dapat mengurangi rasa nyeri pada anak Tujuan penelitian ini adalah untuk. mengetahui pengaruh terapi murotal terhadap tingkat nyeri pada anak saat. pemasangan infus di RSUD Dr Moewardi Surakarta Penelitian ini merupakan. penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasy eksperimen dan. menggunakan desain penelitian post test only with control group Populasi. penelitian ini adalah anak usia 4 6 tahunyang dirawat di ruang Melati II RSUD. Dr Moewardi Surakarta Sampel penelitian ini sebanyak 30 anak yang dibagi. dalam 2 kelompok yaitu 15 anak kelompok intervensi dan 15 anak kelompok. kontrol yang ditentukan menggunakan teknik non probability sampling. Pengukuran nyeri menggunakan skala FLACC Data yang diperoleh dianalisis. menggunakan uji Independent sample t test Hasil uji Independent sample t test. nyeri thitung sebesar 3 904 p 0 001 maka keputusan uji adalah Ho ditolak. Peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada tingkat nyeri. saat pemasangan infus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan Terapi murotal mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap. tingkat nyeri anak saat dilakukan tindakan pemasangan infus Saran Anak dengan. usia prasekolah yang dilakukan pemasangan infus direkomendasikan diberikan. terapi murotal, Kata kunci terapi murotal nyeri pemasangan infus anak prasekolah. THE EFFECT OF MUROTAL THERAPY ON LEVELPAIN IN,CHILDREN WHEN INFUSE INSTALLATION. IN RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA, Disease and hospitalization are often the main problems a child has to face.
Action of infusion is one of the invasive procedures in children during. hospitalization and can cause pain Unresolved pain resulted in the child. becoming uncooperative and resisting the procedure of action so as to inhibit the. healing process Murotal Al Qur an is a distraction technique that is expected to. reduce pain in children The purpose of this study is to determine the effect of. murotal therapy on the level of pain in children during the installation of infusion. in RSUD Dr Moewardi Surakarta This research is a quantitative research using. quasy method of experiment and using post test only with control group research. design The population of this study are children aged 4 6 years who were treated. in room Melati II RSUD Dr Moewardi Surakarta The sample of this study were. 30 children divided into 2 groups 15 intervention group and 15 control group. determined using non probability sampling technique Measurement of pain using. FLACC scale The data obtained were analyzed using the Independent sample t. test Result of Independent test sample t test of pain t count equal to 3 904 p. 0 001 hence decision of test is Ho rejected The investigators concluded that. there was a significant difference in pain levels during intravenous infusion in the. intervention and control groups Conclusion Murotal therapy has a significant. effect on child s pain level during intravenous infusion action Suggestion. Children with preschool age performed infusion recommended given murotal. Keywords murotal therapy pain infusion preschool,1 PENDAHULUAN. Penyakit dan hospitalisasi seringkali menjadi masalah utama yang harus. dihadapi anak Stressor utama hospitalisasi pada anak adalah perpisahan. dengan keluarga kehilangan kendali cidera tubuh dan nyeri Wong 2009. Nyeri merupakan pengalaman umum yang dialami oleh anak Prosedur. pemasangan infus menjadi sumber kedua dari nyeri yang paling dirasakan anak. setelah penyakit yang dideritanya Rudolph 2014 Perbedaan usia tingkat. perkembangan anak dan kemampuan dalam berkomunikasi dapat. mempengaruhi anak ketika menyampaikan rasa sakit O neal Olds 2016. Reaksi anak prasekolah pada saat pemasangan infus adalah menangis. menggigit bibir mengatupkan gigi menendang memukul dan berlari keluar. ruangan Hockenberry Wilson 2009 Nyeri yang tidak dapat diatasi. biasanya menimbulkan dampak secara fisik maupun perilaku Dampak fisik. nyeri terdiri dari dampak akut jangka pendek yang ditandai dengan. peningkatan laju metabolisme peningkatan produksi kortisol dan peningkatan. retensi cairan Sedangkan dampak kronis jangka panjang ditandai dengan. meningkatnya stress pada anak yang mengakibatkan ketidakmampuan dalam. melakukan aktivitas Astuti Khasanah 2017, Penerapan prinsip atraumatik care digunakan untuk meminimalkan nyeri. yang dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti distraksi Teknik. distraksi ini terdiri dari terapi murotal terapi menggunakan aromaterapi terapi. relaksasi dan terapi musik Miftah et al 2017 Salah satu teknik distraksi. yang efektif untuk mengalihkan rasa nyeri pada anak adalah menggunakan. terapi murotal Terapi murotal merupakan sebuah lantunan ayat suci Al Qur an. yang dapat memberikan ketenangan dan mengurangi nyeri pada seseorang. yang mendengarkannya Andarini dkk 2015 Beberapa penelitian sebelumnya. telah menunjukkan bahwa suara lembut yang berisi lantunan ayat suci Al. Qur an dapat memberikan efek positif berupa relaksasi Safara Bhatia. Berdasarkan latar belakang diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk. menganalisis pengaruh terapi murotal terhadap tingkat nyeri pada anak saat. pemasangan infus di RSUD Dr Moewardi Surakarta,2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Desain penelitian pada. penelitian ini adalah quasi eksperimen Dengan jenis penelitian quasi. eksperimen post test only with control group Populasi penelitian ini adalah. anak pra sekolah usia 4 6 tahun yang dirawat di ruang Melati II RSUD Dr. Moewardi Surakarta yaitu sebanyak 110 anak Sampel penelitian sebanyak 30. anak yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 15 anak pada kelompok intervensi. dan 15 anak pada kelompok kontrol Teknik pengambilan sampel. menggunakan teknik non probability sampling Data penelitian selanjutnya. dianalisis menggunakan analisis Independent sample t test. 3 HASIL DAN PEMBAHASAN,3 1 Karakteristik Responden. Tabel 1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik. kelompok umur dan jenis kelamin N 30,Intervensi Kontrol.
4 tahun 7 47 4 27,5 tahun 3 20 5 33,6 tahun 5 33 6 40. Total 15 100 15 100,Jenis kelamin Laki laki 12 80 11 73. Perempuan 3 20 4 27,Total 15 100 15 100, Distribusi karakteristik responden berdasarkan umur pada. kelompok intervensi yang berumur 4 tahun yaitu sebanyak 7 responden. 47 dan pada kelompok kontrol yang berumur 6 tahun yaitu sebanyak 6. responden 40 Distribusi jenis kelamin sebagian besar adalah laki laki. pada kelompok intervensi sebanyak 12 responden 80 dan pada. kelompok kontrol sebanyak 11 responden 73,3 2 Tingkat Nyeri Pada Anak. 40 Intervensi,30 Kontrol,ringan sedang berat, Gambar 1 Diagram batang frekuensi perbedaan tingkat nyeri pada.
kelompok intervensi kontrol, Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada. kelompok intervensi nyeri responden sebagian besar adalah nyeri sedang. sebanyak 7 responden 47 responden yang mengalami nyeri ringan. sebanyak 6 responden 40 dan responden yang mengalami nyeri berat. yaitu sebanyak 2 responden 13 Hasil analisis data pada kelompok. kontrol sebagian besar adalah nyeri berat sebanyak 10 responden 67. nyeri ringan sebanyak 2 responden 13 dan nyeri sedang sebanyak 3. responden 20, 3 3 Pengaruh Terapi Murotal Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak Saat. Pemasangan Infus Di RSUD Dr Moewardi Surakarta,Tabel 2 Hasil uji independent sample t test. Uji Independent sample t test,Rerata thitung Pv Kes. Kelompok intervensi 4 13 3 904 0 001 H0 ditolak,Kelompok kontrol 7 33.
Dari hasil uji independent sample t test nyeri antara kelompok. intervensi dan kelompok kontrol diperoleh nilai thitung sebesar 3 904dengan. nilai signifikansi p sebesar 0 001 Hasil nilai p sebesar 0 001 lebih kecil. dari 0 05 maka keputusan uji adalah H0 ditolak yang mempunyai arti. bahwa ada perbedaan tingkat nyeri yang signifikan pada kelompok. intervensi menggunakan terapi murotal dengan kelompok kontrol pada. saat pemasangan infus Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi. murotal terhadap tingkat nyeri pada anak saat pemasangan infus di RSUD. Dr Moewardi Surakarta,3 4 Karakteristik Responden, Umur responden berada pada rentang 4 sampai 6 tahun Pada kelompok. intervensi sebagian besar berumur 4 tahun 47 dan pada kelompok. kontrol sebagian berumur 6 tahun 40 Respon nyeri anak pra sekolah. dalam penelitian ini meliputi wajah sering cemberut menangis dagu. bergetar dan posisi kaki menendang Penelitian ini terdapat persamaan. dengan penelitian yang dilakukan oleh Sembiring dkk 2015 yang. menyatakan bahwa nyeri pada anak usia pra sekolah dimanifestasikan. dengan menangis menyeringaikan wajah menggigit bibir mengatupkan. gigi membuka mata dengan lebar dan melakukan tindakan yang agresif. seperti memukul bahkan menendang, Nyeri merupakan pengalaman setiap individu yang mengalaminya. dengan mencakup ungkapan baik verbal maupun non verbal Wong. 2009 Usia adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi. nyeri pada anak Adanya perbedaan dan perkembangan pada kelompok. usia dapat mempengaruhi respon anak terhadap nyeri Rudolph 2014. Nyeri pada anak usia pra sekolah dapat diartikan sebagai pengalaman fisik. yang konkret dan umumnya anak memandang nyeri sebagai hukuman atas. kesalahan yang dilakukannya Wong 2009 Penelitian ini sejalan dengan. penelitian Ulfah dkk 2014 yang mengatakan bahwa masa usia pra. sekolah kemampuan anak dalam menggambarkan dan mengekspresikan. intensitas nyeri belum berkembang Pengetahuan anak usia pra sekolah. mengenai anatomi internal masih sedikit dan mereka juga tidak dapat. mendefinisikan ruang lingkup tubuh dengan baik, Distribusi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. menunjukkan bahwa sebagian besar adalah berjenis kelamin laki laki. 80 pada kelompok intervensi dan 73 pada kelompok kontrol. Karakteristik jenis kelamin ini tidak berpengaruh terhadap tingkat nyeri. pada anak yang dilakukan pemasangan infus Jenis kelamin ini hanya. memberikan keterangan bahwa penelitian dilakukan pada anak usia pra. sekolah laki laki dan perempuan Penelitian ini sesuai dengan penelitian. Clara dkk 2015 bahwa pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. sebagian besar berjenis kelamin laki laki Namun hal ini berbeda dengan. penelitian Asriani dkk 2017 yang menyatakan bahwa tingkat nyeri pada. anak perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki laki Anak. perempuan secara konsisten dapat melaporkan intensitas nyeri yang lebih. tinggi ketidaknyamanan dan adanya rasa takut dibandingkan dengan anak. 3 5 Tingkat Nyeri Pada Anak Saat Pemasangan Infus, Dari hasil analisa data menunjukkan bahwa tingkat nyeri pada kelompok. intervensi sebagian besar adalah nyeri sedang 47 dan pada kelompok. kontrol sebagian besar adalah nyeri berat 67 Pemasangan infus adalah. suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien dengan cara. memasukkan cairan melalui intravena dengan bantuan infus set. Pemasangan infus dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak disebabkan. adanya stimulus mekanik yang merangsang ujung ujung saraf bebas. Nosiseptor pada jaringan perifer yang akan menyebabkan. keluarnya mediator mediator kimia penghasil nyeri dan selanjutnya akan. mengirimkan impuls nyeri sampai ke bagian otak Potter Perry 2009. Pada saat penelitian petugas yang melakukan penusukan infus adalah. perawat bangsal Melati II Pada kelompok intervensi terdapat 2 responden. dengan nyeri berat yang disebabkan ibu responden terlihat cemas karena. melihat anaknya menangis secara terus menerus Hal ini mengakibatkan. anak tidak konsentrasi dalam mendengarkan murotal sehingga terapi yang. diberikan tidak maksimal Menurut Potter Perry 2009 menyatakan. bahwa semakin sering individu mengalami nyeri maka semakin takut pula. individu tersebut terhadap peristiwa menyakitkan yang diakibatkan oleh. nyeri tersebut Inidividu dengan pengalaman nyeri yang berulang dapat. mengetahui ketakutan peningkatan nyeri dan pengobatannya tidak. Hasil penelitian dari Asriani dkk 2017 menunjukkan bahwa. pengalaman nyeri sebelumnya saat pemasangan infus memiliki keterkaitan. dalam mengurangi kecemasan Hal ini membuat anak lebih toleran. terhadap rasa sakit dibandingkan yang memiliki sedikit pengalaman. dengan nyeri Namun pengalaman nyeri sebelumnya tidak selalu berarti. bahwa individu tersebut akan menerima nyeri dengan lebih mudah di masa. yang akan datang Dari aspek fisiologis jenis penyakit dan kecemasan. memiliki hubungan dengan terjadinya nyeri yang dapat meningkatkan. persepsi pasien terhadap nyeri Kecemasan seorang individu menyebabkan. menurunnya kadar serotonin Serotonin ini merupakan neurotransmitter. yang memiliki fungsi dalam memodulasi nyeri pada susunan saraf pusat. Hal tersebut yang mengakibatkan terjadinya peningkatan sensasi nyeri. LeMone Burke 2008, Pemasangan infus merupakan suatu tindakan invasif yang.
saat pemasangan infus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol Kesimpulan Terapi murotal mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap tingkat nyeri anak saat dilakukan tindakan pemasangan infus Saran Anak dengan usia prasekolah yang dilakukan pemasangan infus direkomendasikan diberikan terapi murotal

Related Books