PENGARUH MOTOR RELEARNING PROGRAM MRP TERHADAP

Pengaruh Motor Relearning Program Mrp Terhadap-Free PDF

  • Date:19 Jan 2020
  • Views:61
  • Downloads:0
  • Pages:13
  • Size:683.48 KB

Share Pdf : Pengaruh Motor Relearning Program Mrp Terhadap

Download and Preview : Pengaruh Motor Relearning Program Mrp Terhadap


Report CopyRight/DMCA Form For : Pengaruh Motor Relearning Program Mrp Terhadap


Transcription:

PENGARUH MOTOR RELEARNING PROGRAM MRP TERHADAP,PENIGKATAN KESEIMBANGAN DUDUK PASIEN PASCA STROKE. Rahma Hanifa Ristiawati J120110063, Program Studi Fisioterapi S1 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta April 2015, Latar Belakang Masalah yang ditimbulkan pasca stroke bagi kehidupan manusia. sangat kompleks Adanya gangguan gangguan fungsi vital otak seperti gangguan. koordinasi gangguan kontrol postur gangguan sensasi gangguan keseimbangan. seperi keseimbangan duduk akan menurunkan aktivitas fungsional individu sehari. hari Latihan Motor Relearning Program dapat memberikan proses pembelajaran. aktivitas fungsional serta menerpakan premis dasar bahwa kapasitas otak mampu. untuk reorganisasi dan beradaptasi serta dengan latihan yang terarah dapat menjadi. sembuh dan membaik, Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh Motor Relearning Program terhadap. peningkatan keseimbangan duduk pasien pasca stroke. Metode Penelitia Penelitian ini menggunakan metode singgle case research dengan. pendekatan A B A dimana A1 sebagai baseline awal B pemberian treatment dan. A2 sebagai baseline akhir Responden dalam penelitian ini sebanyak 2 orang. Penelitian dilakukan sebanyak 9 kali selama 3 minggu. Hasil Penelitian Pemberian MRP pada kedua responden denga nilai pre tes. minimal 20 nilai pre test maksimum 23 sedangkan nilai post tes minimal 29 dan. nilai post tes maksimal 38 Dengan mean pre tes 21 5 dan pada post tes 33 5. Kesimpulan Ada pengaruh Motor Relearning Program MRP terhadap. peningkatan keseimbangan duduk pasien pasca stroke. Kata Kunci Motor Relearning Program keseimbangan duduk. PENDAHULUAN, Stroke merupakan gangguan sistem saraf pusat yang paling sering ditemukan.
dan penyebab utama gangguan aktivitas fungsional pada orang dewasa Irfan 2012. Masalah masalah yang ditimbulkan pasca stroke bagi kehidupan manusia sangat. kompleks Adanya gangguan gangguan fungsi vital otak seperti gangguan koordinasi. gangguan kontrol postur gangguan sensasi ganguan reflek gerak gangguan. keseimbangan seperti keseimbangan duduk akan menurunkan aktivitas fungsional. individu sehari hari Irfan 2010 Motor Relearning Program MRP adalah. pendekatan yang berorientasi pada tugas untuk meningkatkan kontrol motorik dengan. fokus belajar kembali dari kegiatan sehari hari Carr dan Shepherd 1987. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk mengambil judul. penelitian Pengaruh Motor Relearning Program MRP Terhadap Peningkatan. Keseimbangan Duduk Pasien Pasca Stroke,LANDASAN TEORI. Stroke merupakan penyakit atau gangguan fungsional otak berupa. kelumpuhan saraf deficit neurologic akibat terhambatnya aliran darah ke otak. Junaidi 2011 Pada pasien pasca stroke akan terjadi gangguan sensoris dan motorik. mengakibatkan gangguan keseimbangan termasuk kelemahan otot penurunan. fleksibilitas jaringan lunak serta gangguan kontrol motorik dan sensorik Fungsi yang. hilang akibat gangguan kontrol motorik pada pasien stroke mengakibatkan hilangnya. koordinasi hilangnya kemampuan merasakan keseimbangan tubuh dan postur. kemampuan untuk mempertahankan posisi tertentu Irfan 2012. Menurt Lewis et al 2007 stroke dapat menyebabkan berbagai defisit. neurologik tergantung pada lokasi lesi ukuran area perfusinya tidak adekuat dan. jumlah aliran darah kolateral Gangguan tersebut adalah sebagai berikut gangguan. koordinasi dan keseimbangan gangguan kekuatan dan kontrol motorik spastisitas. ganggua bahasa dan bicara gangguan senasai apraksia sindrom niglek difasia dan. tidak ada inhibisi pada kandung kemih dan rektum, Gangguan sensorik dan motorik pasca stroke mengakibatkan terjadinya. gangguan keseimbangan kelemahan otot serta gangguan kontrol motorik dan. sensorik Akibat dari hilangnya fungsi kontrol motorik pada pasien stroke adalah. hilangnya koordinasi hilangnya kemampuan merasakan keseimbangan tubuh dan. postur dalam mempertahankan posisi tertentu Disfungsi sistem sensoris dan persepsi. kognitif mempunyai pengaruh negatif pada kemampuan keseimbangan duduk serta. berdiri Irfan Susanti 2008, Motor Relearning Program MRP adalah pendekatan yang berorientasi pada. tugas untuk meningkatkan kontrol motorik dengan fokus belajar kembali dari. kegiatan sehari hari Carr dan Shepherd 1987 Kelebihan dari metode ini adalah. latihannya sangat efektif atau individual dan melibatkan partisipasi aktif dari pasien. Latihan motorik harus dilakukan dalam bentuk aktivitas fungsional karena tujuan dari. rehabilitasi tidak hanya sekedar mengembalikan suatu pergerakan tetapi juga. mengembalikan fungsi Proses latihan harus meningkatkan perawatan diri. kemudahan mobilisasi dan aktivitas sehari hari bagi pasien pasca stroke. Proses belajar kembali bergantung pada kemampuan luar biasa otak untuk. mereorganisasi dirinya sendiri yang disebut plastisitas dalam mempelajari suatu. tugas Fatkhurrohman 2011 Penelitian yang dilakukan Karla et al 2007. menunjukkan bahwa reorganisasi didalam otak dapat terjadi dengan penyembuhan. dan belajar tetapi mengalami perbaikan yang signifikan dalam keduanya dengan. latihan Kemampuan plastisitas pada otak memungkinkan bagian bagian tertentu otak. dapat mengambil alih fungsi dari bagian bagian yang rusak Sehingga bagian bagian. otak seperti belajar kemampuan baru Ini merupakan mekanisme penting yang. berperan dalam pemulihan stroke Feigen 2006,METOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian dilakukan daerah Klaten dan waktu penelitian dilakukan. pada Februari Maret 2015 Penelitian dengan metode single case research dengan. desain A B A A1 sebagai baseline awal B sebagai treatment A2 sebagai baseline. akhir A1 adalah kondisi baseline awal sebelum diberi perlakuan B adalah pemberian. perlakuan dan A2 adalah kondisi baseline akhir atau follow up setelah diberi. Penelitian menggunakan 2 subjek penelitian dengan kriteria sebagai berikut. 1 Pasien pasca stroke satadium recovery,2 Memiliki gangguan keseimbangan duduk.
3 Dapat berkomunikasi dengan baik,4 Bersedia untuk dijadikan responden. Penelitian dianalisa dengan menggunakan statistik deskriptif yang sederhana. dengan tujuan memperoleh gambaran secara jelas tentang hasil perlakuan yang. dilakukan Penjelasan hasil digambarkan dengan grafik garis terkait dengan hasil. penelitian,HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN, Subjek penelitian diambil di Desa Pandanan Klaten yang telah memenuhi. kriteria Karakteristik subjek penelitian yang homogen meliputi umur responden. jenis kelamin responden jenis stroke lama menderita stroke dan bagian lesi. Penjelasan karakteristik responden tersebut digambarkan seperti tabel di bawah ini. Tabel 1 Karakteristik Subek Penelitian,No Nama Umur JK Jenis Stroke Fase Lesi. 1 Tn MH 59 th Laki laki Iskemik Recovery 8 bln Kiri. 2 Tn D 63 th Laki laki Iskemik Recovery 8 bln Kiri. Berikut adalah gambaran kemampuan keseimbangan duduk Tn MH. dan Tn D sebelum dan setelah diberikan latihan MRP. Tabel 2 Gambaran Keseimbangan Duduk Tn MH,Tn MH Pemeriksaan Keseimbangan Duduk. Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9,Nilai 23 23 23 25 29 36 38 38 38.
Sumber Data Primer,Nilai maksimal keseimbangan duduk 56. Ket Warna Merah Fase baseline 1,Warna Unggu Fase treatment. Warna Hijau Fase baseline 2, Tabel 3 Gambaran Kemampuan Keseimbangan Duduk Tn D. Tn D Pemeriksaan Keseimbangan Duduk,Hari 1 2 3 4 5 6 7 8 9. Nilai 20 20 20 20 23 25 29 29 29,Sumber Data Primer.
Nilai maksimal keseimbangan duduk 56,Ket Warna merah fase baseline 1. Warna ungu fase treatment,Warna hijau fase baseline 2. Pembahasan, Untuk mengetahui pengaruh dari MRP terhadap peningkatan keseimbangan. duduk pada pasien pasca stroke berikut hasil pengaruh yang diberi latihan MRP. Gambar 4 1 Diagram data nilai FIST, Dari grafik diatas menunjukkan bahwa tidak terjadi peningkatan nilai. FIST pada fase baseline 1 Peningkatan nilai FIST terjadi pada fase treatment. sedangkan pada fase baseline 2 tidak terjadi peningkatan atau penurunan nilai. Pada subjek Tn MH dengan usia 59 tahun dan lama menderita stroke. selama 8 bulan dengan nilai pre tes 23 dan setelah melakukan latihan MRP. selama 5 kali nilai post tes menjadi 38 dengan selisih 15 terjadi peningkatan. keseimbangan duduk sebanyak 39 5, Tn MH dalam setiap latihan selalu memiliki motivasi untuk sembuh.
sehingga pasien dapat melakukan latihan keseimbangan duduk dengan baik. dan juga dukungan keluarga yang selalu membantu pasien untuk tetap latihan. Dalam kesehariannya pasien tetap melakukan latihannya walaupun. melakukannya hanya sebentar sebentar namun dengan intensitas yang sering. Menurut Wirawan 2009 mekanisme yang mendasari pemulihan pasca. stroke adalah pulihnya fungsi sel otak dan terbentuknya kembali sirkuit saraf. yang sebelumnya tertutup Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan. oleh Michael et al 2004 bahwa otak manusia terbukti adaptif dan plastis. serta dapat mengadakan perubahan fungsional dan struktual apabila diberikan. stimulasi lingkungan stimulasi sensoris yang diterima individu sebagai. sebuah pengalaman dan respon tindakan sensomotorik sehingga akan tetap. terekam dalam otak Menurut Susanti dan Irfan 2010 metode Motor. Relearning Program dapat memberikan proses pembelajaran aktivitas. fungsional dan menerapkan premis dasar bahwa kapasitas otak mampu untuk. reorganisasi dan beradaptasi dan dengan latihan yang terarah akan dapat. Upaya pemberian terapi MRP adalah suatu stimulus yang akan. mempengaruhi jaringan saraf diotak untuk menjalani proses regenerasi. melalui mekanisme plastisitas Kemampuan otak untuk beregenerasi. berhubungan dengan plastisitas yang merupakan kemampuan struktur dan. fungsi otak tetap berkembang karena adanya suatu stimulus Levine 2009. Gambar 4 2 Diagram data nilai FIST, Hasil diagram diatas menujukkan bahwa tidak terdapat peningkatan. nilai FIST pada fase baseline 1 pada fase treatment hari ke 3 dan ke 4 belum. terjadi peningkatan peningkatan nilai FIST baru terjadi pada hari ke 5 di fase. treatment sedangkan pada fase baseline 2 tidak terjadi peningkatan ataupun. penurunan nilai FIST, Pada subjek Tn D dengan usia 63 tahun dan lama menderita stroke. selama 8 bulan dengan nilai pre tes 20 dan setelah melakukan latihan MRP. selama 5 kali nilai post tes menjadi 29 dengan selisih 9 terjadi peningkatan. keseimbangan duduk sebanyak 31, Pada lanjut usia sistem jaringan akan mengalami penurunan fungsi. selain itu karena kurangnya aktivitas akan menyebabkan terjadinya. pemendekan massa otot Padahal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. membutuhkan dorongan dari keluarga untuk memotivasi dan seringnya. latihan serta makin besarnya intensitas latihan sehingga makin besar pula. kemampuan motorik pada pasca stroke Hal ini sesuai dengan penelitian yang. dilakukan oleh Bruno dan Petrina 2007 bahwa aktivitas jaringan saraf. bersifat use dependent semakin sering digunakan semakin kuat dan semakin. meningkat jumlah sinaps yang terbentuk, Menurut Irfan 2012 plastisitas berawal dari otot karena motor unit. yang bekerja diotot berubah ketika menerima pembelajaran suatu gerakan. Secara langsung motor unit yang berperan meningkat seiring denga motor. learning Ini semua akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan dari. sel Purkinje yang berlokasi di serebellum,KESIMPULAN.
Dengan membandingkan hasil penelitian dengan teori pada. pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa Motor Relearning Program. berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan duduk pasien pasca stroke. DAFTAR PUSTAKA, Bruno dan Petrina 2007 Motor Recovery in Stroke Maret 2 2015. http medicine medscepe com, Carr dan Shepherd 1987 A Motor Relearning Program MRP for Stroke 2nded. Oxford Butterworth Heinemann, Feigin V 2006 Stroke PT Buana Ilmu Populer Jakarta. Irfan Muhammad 2012 Fisiotrapi Bagi Insan Stroke Yogyakarta Graha Ilmu. Irfan M dan Susanti Jemmi 2008 Pengaruh Penerapan Motor Relearning Program. Terhadap Peningkatan Keseimbangan Berdiri Pada Pasien Pasca Stroke. Hemiplegi Jurnal Fisioterapi Indonusa Vol 8 No 2, Junaidi I 2006 Stroke Waspadai Ancamannya Jakarta PT Buana Ilmu Populer. Levine Peter G 2009 Stronger After Stroke Panduan Lengkap dan Efektif Terapi. Pemulihan Stroke Alih bahasa Rika Iffiati Farihah Jakarta Etera. Michael G L Jessica A Elizabeth R Steven L Schandler Michael J 2004 Cerebral. and Cerebellar Sensorimotor Plasticity Following Motorimagery Based Mental. Practice of A Sequential Movement Journal of rehabilitation research and. development, Muhammad Fatkhurrohman 2011 Pengaruh Latihan Motor Imagery Terhadap.
Kekuatan Otot Ekstremitas Pada Pasien Stroke dengan Hemiparesis di RSUD. Kota Bekasi Tesis Universitas Indonesia 2011, Wirawan Rosiana P 2009 Rehabilitasi Stroke pada Pelayanan Kesehatan Primer. PENGARUH MOTOR RELEARNING PROGRAM MRP TERHADAP PENINGKATAN KESIMBANGAN DUDUK PASIEN PASCA STROKE NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh Rahma Hanifa Ristiawati J 120 110 063 PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015 ABSTRAK PENGARUH MOTOR RELEARNING PROGRAM MRP TERHADAP PENIGKATAN KESEIMBANGAN DUDUK PASIEN PASCA STROKE Rahma Hanifa Ristiawati

Related Books