PENGARUH KEWAJIBAN MORAL KUALITAS PELAYANAN PEMERIKSAAN

Pengaruh Kewajiban Moral Kualitas Pelayanan Pemeriksaan-Free PDF

  • Date:16 Feb 2020
  • Views:50
  • Downloads:0
  • Pages:17
  • Size:487.28 KB

Share Pdf : Pengaruh Kewajiban Moral Kualitas Pelayanan Pemeriksaan

Download and Preview : Pengaruh Kewajiban Moral Kualitas Pelayanan Pemeriksaan


Report CopyRight/DMCA Form For : Pengaruh Kewajiban Moral Kualitas Pelayanan Pemeriksaan


Transcription:

Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral. pengembangan yang dilakukan oleh negara berasal dari masyarakat sendiri bukan. berasalkan bantuan dari negara lain Keadaan ini berdampak pada kemandirian negara. yang lebih kuat sehingga negara tidak bergantung pada negara lain dalam pembiayaan. pembangunan dalam negaranya Sumadi 2005 Perkembangan kontribusi. penerimaan pajak terhadap penerimaan negara tahun 2010 2012 dapat dilihat pada. Realisasi Penerimaan Negara Tahun 2010 2012,dalam milyar rupiah. No Sumber Tahun,Penerimaan 2010 2011 2012,1 Penerimaan. Pajak 723 307 72 9 878 685 75 4 1 019 333 78 9,2 Penerimaan. Bukan Pajak 268 942 27 1 286 568 24 6 272 72 21 1,Jumlah 992 249 100 1 165 253 100 1 292 053 100. Sumber www bps go id 2013, Berdasarkan tabel 1 1 tampak bahwa penerimaan perpajakan merupakan.
komponen terbesar dalam penerimaan negara terbukti pada tahun 2010 sebesar 72 9. persen tahun 2011 sebesar 75 4 persen dan pada tahun 2012 sebesar 78 9 persen. Terbukti dari hasil perbandingan pendapatan antara penerimaan pajak dan. penerimaan bukan pajak bahwa pendapatan pajak semakin diandalkan untuk dapat. membiayai secara mandiri kebutuhan negaranya, Sistem self assessment memberikan wajib pajak untuk melaporkan menghitung. dan membayar pajak sendiri Jayanto 2011 Menciptakan isu pentingnya. meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk menjalankan kewajiban perpajakan yang. ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556. sesuai Doran 2009 Saat ini bila pajak tidak dipatuhi dan dipenuhi pembayarannya. oleh wajib pajak maka pemerintahan tidak dapat berjalan dengan baik Hammar et al. 2005 Kepatuhan menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan dan. kelancaran daripada keberhasilan sistem self assessment sendiri. Tingkat kepatuhan wajib pajak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya. kewajiban moral wajib pajak kualitas pelayanan pajak pemeriksaan pajak dan sanksi. pajak Keempat variabel tersebut telah diuji pengaruhnya dengan kepatuhan wajib. pajak dan menunjukan hasil yang berpengaruh secara signifikan. Bobek dan Hatfield 2003 mengatakan kewajiban moral merupakan suatu. perasaan bersalah yang dimiliki seseorang namun belum tentu dimiliki oleh orang. yang lainnya Wanzel 2002 menyimpulkan dalam penelitiannya jika wajib pajak. memiliki kewajiban moral yang baik maka wajib pajak akan cenderung berperilaku. jujur dan taat terhadap aturan yang telah diberikan sehingga hal ini berdampak pada. kepatuhan wajib pajak dalam pemenuhan pajaknya, Pelayanan berkualitas merupakan kemampuan suatu instansi yang dapat. memberikan kepuasan kepada pelanggan dan tetap dalam batas memenuhi standar. pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan Gilbert et al 2004 Kualitas. pelayanan tidak hanya dianggap penting oleh perusahaan komersial saja tetapi saat ini. instansi pajak juga telah merasakan betapa pentingnya kualitas pelayanan karena. instansi pajak juga memiliki pelanggan yakni wajib pajak Alabede et al 2011 94. Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral. Hasil penelitian sebelumnya oleh Wuri 2009 mengatakan adanya kualitas pelayanan. yang dilaksanakan dengan baik akan mendorong wajib pajak untuk lebih percaya dan. lebih mudah dalam memenuhi kewajiban pajaknya, Kepatuhan wajib pajak dibentuk oleh dimensi pemeriksaan pajak Suryadi. 2006 108 Menurut Slemrod dan Yitzhaki 2002 pemeriksaan pajak adalah suatu. cara pemerintah untuk menekan angka penggelapan pajak dan penghindaran pajak. oleh wajib pajak Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayu 2010 mengatakan. pemeriksaan pajak berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak terutama pemeriksaan. dalam pasal pasal perpajakan yang berlaku, Sanksi pajak merupakan faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kepatuhan.
wajib pajak Pemerintahan Indonesia memiliki undang undang yang mengatur. mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan yaitu Undang Undang Republik. Indonesia No 28 Tahun 2007 tentang perubahan ketiga atas Undang Undang. Republik Indonesia No enam 6 Tahun 1983 Menurut Kantor Pemerintah Akuntan. Amerika Serikat 2009 sanksi perpajakan dimaksudkan untuk membuat patuh para. wajib pajak Hasil penelitian sebelumnya Suryanto 2009 mengatakan sanksi. perpajakan dapat mendorong wajib pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya. sehingga hasil penelitian menunjukan sanksi perpajakan berpengaruh secara. signifikan,ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556. Riset ini menggunakan wajib pajak badan sebagai sampel dikarenakan peneliti. merasa wajib pajak badan sebagai objek penelitian mampu memberikan jawaban. secara lebih terbuka dan wajib pajak badan telah memiliki internal akuntan yang. memahami perpajakan sehingga diharapkan dapat memberikan jawaban yang tepat. bagi peneliti Kantor pelayanan pajak KPP pratama Badung Selatan merupakan. intansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak Laporan Surat Pemberitahuan Pajak SPT. wajib pajak badan dapat melihat perkembangan pelaporan SPT nya di KPP Pratama. Badung Selatan tahun 2010 2012 Gambaran jumlah SPT wajib pajak badan yang. masuk pada tabel 2, Laporan SPT Wajib Pajak Badan tahun 2010 2012 di KPP Pratama Badung. Tahun Pajak,2010 2011 2012,WP Terdaftar 6 206 6 856 7 569. WP Efektif 5 909 6 553 7 263,SPT Masuk 2 248 2 341 2 268. SPT Tidak Masuk 3 661 4 212 4 995, Sumber Kantor Pelayanan Pajak Pratama Badung Selatan 2013.
Wajib pajak efektif merupakan wajib pajak yang telah mendaftar dan. menyetorkan SPT nya Wajib pajak badan dapat dikatakan non efektif bila secara. resmi wajib pajak badan memberikan surat permohonan penutupan NPWP atau KPP. menemukan bukti fisik untuk mengatakan bahwa wajib pajak tersebut non efektif. Sesuai Surat Edaran Direktorat Jendral Pajak Nomor SE 89 PJ 2009 mengatakan. Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral. wajib pajak non efektif adalah selama 3 tiga tahun berturut turut tidak memenuhi. kewajiban pajaknya SPT yang tidak masuk mengalami peningkatan setiap tahunnya. seperti yang tergambarkan pada tabel 2, Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang diajukan pada penelitian ini. H Kewajiban moral wajib pajak badan berpengaruh secara positif pada kepatuhan. wajib pajak badan, H Kualitas pelayanan KPP Pratama Badung Selatan berpengaruh positif pada. kepatuhan wajib pajak badan, H Pemeriksaan pajak berpengaruh positif pada kepatuhan wajib pajak badan. H Sanksi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak badan. METODE PENELITIAN, Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat asosiatif Variabel bebas. dalam riset ini adalah kewajiban moral wajib pajak badan X kualitas pelayanan. X pemeriksaan pajak X dan sanksi perpajakan X Variabel terikat dalam. riset ini adalah kepatuhan wajib pajak badan Y Riset ini menggunakan primer riset. dengan alat bantu kuesioner yang diukur menggunakan skala likert Teori yang. digunakan dalam penelitian ini ada 5 sumber yakni Menurut Handayani 2009 14. kewajiban moral wajib pajak dapat tercermin dari beberapa situasi Qing 2007 20. ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556.
menyebutkan ada lima faktor yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas jasa. pelayanan KPP menurut Chriswantoro 2009 40 target pemeriksaan pajak untuk. mencari beberapa kejadian Yadnyana muliari dan ery 2009 4 indikator sanksi. perpajakan dapat diukur dengan 5 indikator dan James et al 2004 menjelaskan. kepatuhan pajak tax compliance adalah wajib pajak memiliki keinginan secara. sendiri untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa. perlu diadakannya pemeriksaan investigasi seksama peringatan ataupun ancaman. dan penerapan sanksi baik hukum maupun administrasi yang Berdasarkan Surat. Keputusan Menteri Keuangan No 544 MK 04 2000, Populasi dalam riset ini adalah wajib pajak badan efektif yang terdaftar di KPP. Pratama Badung Selatan tahun 2012 yakni sebanyak 7 263 wajib pajak badan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam riset ini adalah metode random. sampling yakni area sampel yaitu pengumpulan sampel berdasarkan area atau. wilayah populasi www unpar ac id Untuk mengetahui jumlah sampel wajib pajak. badan efektif yang sesuai digunakan rumus Slovin yakni. Dibulatkan menjadi 100 wajib pajak badan, Kuesioner dibagikan kepada 100 wajib pajak badan terdaftar di KPP Pratama. Badung Selatan Sampel wajib pajak ini disebar ke 11 kelurahan yaitu Kuta 15. sampel Legian 10 sampel Seminyak 15 sampel Tuban 10 sampel Kedonganan 10. Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral. sampel Jimbaran 10 sampel Pecatu 5 sampel Benoa 10 sampel Kutuh 5 sampel. Unggasan 5 sampel dan Tanjung Benoa 5 sampel Setelah kuesioner terkumpul maka. akan dilakukan analisis linier berganda untuk membuktikan pengaruh antara variabel. bebas dengan variabel terikat,HASIL DAN PEMBAHASAN. Syarat paling minimum suatu kuesioner dikatakan valid adalah jika korelasi. antara skor butir dengan skor total tersebut pearson corelation lebih besar dari 0 3. Hasil uji validitas disajikan pada tabel berikut,Hasil Uji Validitas. Item Pearson,Variabel Pertanyaan Corelation,Kewajiban Moral Wajib Pajak Badan X1 1 0 818.
Kualitas Pelayanan KPP Pratama Denpasar,Selatan X2 1 0 901. Pemeriksaan Pajak X3 1 0 877,ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556. Sanksi Perpajakan X4 1 0 893,Kepatuhan Wajib Pajak Badan Y 1 0 820. Sumber Data diolah 2014, Hasil penelitian dikatakan reliabel apabila jawaban yang diberikan konsisten. dan memberikan nilai Cronbach Alpha sama dengan 0 60 atau lebih besar dari 0 60. Ghozali dalam Diatnyani 2010 47 Hasil uji reliabilitas instrumen dalam riset ini. dirangkum pada tabel 4,Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas.
Indikator Nilai Croncbach Alpha,Kewajiban Moral Wajib Pajak Badan X1 0 931. Kualitas Pelayanan KPP Pratama Denpasar Selatan X2 0 919. Pemeriksaan Pajak X3 0 937,Sanksi Perpajakan X4 0 939. Kepatuhan Wajib Pajak Badan Y 0 930,Sumber Data diolah 2014. Uji Normalitas dilihat berdasarkan nilai Kolmogorov Smirnov hitung lebih. besar dari Kolmogorov Smirnov table berarti distribusi tersebut normal begitu pula. Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral. sebaliknya jika Sig 2 tailed lebih besar dari level of significant yang dipakai maka. H0 diterima yang selanjutnya disimpulkan bahwa residual yang dianalisis. berdistribusi normal Hasil uji normalitas Kolmogorov Smirnov Test. Hasil Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Test,Unstandardized. Kolmogorov Smirnov Z 0 719,Sumber Data diolah 2014.
Uji multikolinearitas dinilai berdasarkan VIF Varians Inflantion Factor. apabila nilai VIF kurang dari 10 dan angka tolerance lebih dari 0 10 dapat dikatakan. variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas Hasil uji multikolineritas pada tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas,Collinearity Statistics. Model Tolerance VIF,Kewajiban Moral 0 404 2 474,Kualitas Pelayanan 0 400 2 499. Pemeriksaan Pajak 0 338 2 959,Sanksi Perpajakan 0 459 2 176. Sumber Data diolah 2014, Pengujian heterokedastisitas dilakukan dengan uji Glejser dengan melihat nilai. signifikansi Jika masing masing nilai signifikansi variabel berada diatas 0 05 maka. model regresi ini tidak mengandung heterokedastisitas Hasil uji ditunjukan pada. ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556.
Hasil Uji Heterokedastisitas Uji Glejser,Constant 0 000. Kewajiban Moral 0 924,Kualitas Pelayanan 0 437,Pemeriksaan Pajak 0 332. Sanksi Perpajakan 0 881,Sumber Data diolah 2014, Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis regresi linear berganda yang. diuji dengan tingkat signifikan 0 05 Analisis regresi berganda digunakan untuk. mengetahui atau memperoleh gambaran mengenai pengaruh variabel bebas terhadap. variabel terikat Sugiyono 2009 272 Model regresi linear berganda ini dirumuskan. sebagai berikut,Hasil uji R Square,Adjusted R,R R Square Square. 895a 800 792,Sumber Data diolah 2014, Sherly Layata dan Putu Ery Setiawan Pengaruh Kewajiban Moral.
Hasil Uji Regresi Linier Berganda,Unstandardized,Coefficients. B Std Error,Constant 1 358 1 039,Kewajiban Moral 156 072. Kualitas Pelayanan 234 066,Pemeriksaan Pajak 255 062. Sanksi Perpajakan 333 080,Sumber Data diolah 2014, Berdasarkan tabel 8 dimana menunjukkan R square sebesar 0 800 pada model. penelitian dan adjusted R square atau koefisien determinasi sebesar 0 792 Tampak. bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikat adalah. sebesar 79 2 persen sementara 20 8 persen varians variabel terikat belum mampu. dijelaskan oleh variabel bebas, Dilanjutkan dengan definisi dari uji F dan uji t yakni sebagai berikut.
Uji F Uji Kelayakan Model pengujian ini dilakukan untuk mengetahui. kelayakan model regresi linier berganda sebagai alat analisis yang menguji pengaruh. variabel independen terhadap variabel dependen secara serempak Hal tersebut. ditunjukan pada tabel 10,ISSN 2302 8556, E Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 9 2 2014 540 556. Hasil Analisis Uji F,Sum of Mean,Model Squares df Square F Sig. Regression 2 102 166 4 525 541 95 203 0 000a,Residual 524 420 95 5 520. Total 2 626 585 99,Sumber Data diolah 2014,Hasil Analisis Uji t. Variabel Bebas Hasil analisis uji t,Kewajiban Moral 2 172.
Kualitas Pelayanan 3 567,Pemeriksaan Pajak 4 100,Sanksi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda Menggunakan alat bantu SPSS 17 for windows Hasil dari penelitian ini adalah secara positif kewajiban moral kualitas pelayanan pemeriksaan pajak dan sanksi perpajakan berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak badan di KPP Pratama Badung Selatan

Related Books