PEDAGOGIK TEORITIS SISTEMATIS

Pedagogik Teoritis Sistematis-Free PDF

  • Date:14 Nov 2019
  • Views:645
  • Downloads:34
  • Pages:109
  • Size:531.62 KB

Share Pdf : Pedagogik Teoritis Sistematis

Download and Preview : Pedagogik Teoritis Sistematis


Report CopyRight/DMCA Form For : Pedagogik Teoritis Sistematis


Transcription:

KATA PENGANTAR, Selama ini belum ada karya tulis pedagogik yang memadai untuk keperluan. perkuliahan di Universitas Pendidikan Indonesia Untuk itu dirasa penting memberikan. pemahaman yang cukup signifikan dengan menggunakan karya MJ Langeveld yang. telah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia namun masih dalam ejaan yang lama . Sebagai pertimbangan pragmatis untuk kepentingan perkuliahan maka dari ejaan lama. diperbaiki dan disesuaikan dengan ejaan baru yang juga memberikan penyesuaian. dalam kalimat untuk mudah difahami oleh mahasiswa . Editing ini tidak dimaksudkan untuk keperluan finansial tetapi lebih kepada. memberi bantuan sumber belajar yang berkualitas walaupun dalam pelaksanaan. perkuliahan tidak sepenuhnya menggunakan bahan pedagogik karya MJ Langeveld . tetapi dilengkapi dengan sumber sumber pustaka lain yang lebih cocok dengan budaya. dan landasan filosofi bangsa Indonesia , Penulis ucapkan terima kasih kepada penulis Pedagogik dan Penterjemahnya yang. telah banyak memberi sumbangan besar kepada para pendidik dan calon pendidik di. Indonesia ini Mohon maaf jika tata cara perbaikan ini tidak meminta izin terlebih. dahulu namun demi kepentingan perkuliahan penulis memanfaatkannya dalam. lingkungan yang terbatas dan tidak diperbanyak untuk kepentingan pribadi atau. kelompok , Editor, Y Suyitno, 2, DAFTAR ISI,KATA PENGANTAR i. DAFTAR ISI ii,BAB I PENDAHULUAN,Sifat Tugas dan Perlunya Ilmu Mendidik Teoritis 1. BAB II, Apakah Mendidik Itu Pendidikan Pergaulan dan Alam Sekitar 8.
BAB III,Pendidikan Kewibawaan dan Tanggung Jawab 18. BAB IV,Tujuan Keharusan dan Kemungkinan Pendidikan 29. BAB V,Batas Batas Pendidikan dan Kemungkinan Dididik 43. BAB VI, Pendidikan Lembaga Organ Pendidikan dan Anak Didik 51. BAB VII,Jenis Alat Alat Pendidikan 65,BAB VIII, Persoalan Dasar Filsafat Bagi Paedagogik Manusia 90.
Sebagai Animal Educandum ,BAB IX,Sifat Ilmiah Dari Paedagogik 101. 3, BAB I PENDAHULUAN, SIFAT TUGAS DAN PERLUNYA ILMU MENDIDIK TEORETIS. Paedagogik atau ilmu mendidik ialah suatu ilmu yang bukan saja menelaah. objeknya untuk mengetahui betapa keadaan atau hakiki objek itu melainkan. mempelajari pula betapa hendaknya harus bertindak Akan dasar terakhir ini maka ilmu. mendidik disebut juga seperti halnya dengan semua ilmu yang bersamaan sifatnya suatu. ilmu praktis Tetapi biarpun demikian namun dapat dibedakan ilmu mendidik teoritis. daripada ilmu mendidik praktis Pada yang pertama pikiran tertuju pada penyusunan. persoalan dan penyusunan persoalan dan pengetahuan sekitar pendidikan secara ilmiah . sedang pada yang kedua fikiran tertuju pada cara cara bertindak Yang pertama. mempunyai lapangan yang bergerak dari praktek pendidikan kearah penyusunan suatu. sistem pendidikan Soal soal yang muncul pada latar filsafat pun turut juga termasuk. dalam ilmu mendidik teoritis Paedagogik praktis menempatkan dirinya dalam situasi. pendidikan dan tertuju pada pelaksanaan realisasi daripada jita ideal yang tersusun. dalam ilmu mendidik teoritis , Uraian di atas ini menegaskan bahwa sekalipun paedagogik itu sebagai. keseluruhan merupakan suatu ilmu praktis namun dijelaskan pula aspeknya yang. mengenai teori dan yang ditunjukkan pada tindakan Gunning pernah membedakan. 1923 paedagogik ilmu mendidik dengan paedagogi pendidikan Tetapi tak ada. gunanya menurut hemat kami membubuhkan kata praktis pada istilah terakhir seperti. yang dilakukan oleh Gunning karena mendidik selalu berarti bertindak . Ilmu mendidik sistematis menurut sifatnya selau teoritis Oleh karena sistematis. dan teoritis sebenarnya dapat dipakai menyatakan maksud yang sama Tetapi. paedagogik teoritis mempunyai arti yang lebih luas lagi dari sistematis Berhubung. dengan itu maka ada kecenderungan untuk mempergunakan sistematis dalam segala hal . selalu dalam rangka paedagogik teoritis yang terutama mengemukakan hal ha lyang. berkenaan dengan sistematik , Adakah pendirian terakhir ini berarti pengurangan kepentingan arti paedagogik. histori Sama sekali mempelajari paedagogik histori merupakan suatu tuntutan ilmiah. bagi ahli ilmu mendidik karena ilmu itu melepaskan dia dari belenggu dugaan seakan . akan persoalan pedagogis yang dihadapinya yang muncul pada masa ini dan tempat ini . ialah juga persoalan ilmu mendidik , Atas dasar itu pula maka setiap sarjana ilmu kerohanian geisteswis senschaft .
adakan ia ahli bahasa atau sastra ahli ilmu jiwa atau masyarakat ahli hukum atau ahli. sejarah wajib mengetahui sejarah ilmu yang dipelajarinya Seandainya sejarah ilmu itu. bagi sarjana yang bersangkutan merupakan rangkaian kekurangan dan kesalahan yang. pernah dibuat dalam masa lampau maka terikat pada latar persoalannya sendiri Tetapi. bila ia melihat persoalan yang pernah dihadapi dalam sejarah ataupun persoalan yang. yang dihadapi oleh orang sejaman dengan sarjana tersebut sebagai sesuatu yang. ditimbulkan oleh usaha yang wajar dan sungguh sungguh maka pembatasan yang. dikatakan di atas telah dapat diterobosnya Dengan tujuan untuk menerobos pembatasan. itu pula si sarjana mempelajari berbagai aliran dalam ilmunya yang berjalan dalam. jamannya Atas dasar yang sama pula maka sudah menjadi sesuatu yang wajar bila ia. selalu berhubungan dan bertukar pikiran dengan sarjana sarjan lain yang juga. mempelajari ilmu yang sama , Baiklah uraian di atas ini kita jelaskan lagi dengan suatu contoh Sarjana. pendidikan umpamanya yang hidup dalam jaman yang cenderung kepada kolektivisme . yang tentunya akan mencari alat alat teoritis dan praktis untuk membuka kemungkinan. 4, yang sama bagi semua anak menerima pengajaran akan berusaha pula mencari jalan. untuk memperkecil akibat perbedaan alam sekitar yang menyebabkan disposisi yang. berbeda beda bagi anak anak itu dipikirkan secara kolektivitis harus mendapat. pengajaran yang sama serta kedudukan dan masyarakat bagi merekapun bukankah. harus ditentukan seadil adilnya Tetapi bila sarjana demikian meneliti sejarah dan bila. ia tidak menyampingkan begitu saja pendapat orang yang berbeda pendiriannya dengan. dia maka akan tertariklah perhatiannya oleh buah pikiran sarjana pendidikan dari aliran. Stoa Epiktetos ialah seorang hamba sahaya tidaklah sudah sewajarnya seandainnya. Epiktetos mempertahankan pendirian kolektivistis Tapi aneh bukan demikian halnya. bahkan kebalikannya kelanjutannya adanya berbagai jarak yang dijumpai dalam. masyarakat Baginya suatu kenaikan ke kelas masyarakat yang lebih tinggi tidak. mungkin tercapai dengan suatu alat atau tindakan yang bersifat lahir saja bahkan uang. sekalipun tak mungkin mengakibatkan perbaikan setatus itu Jalan satu satunya yang. terbuka dan harus dilalui ialah kelebihan hidup di lapangan hidup kejiwaan . Setiap ahli pendidikan sekalipun ia menganggap paedagogik Epiktetos itu masih. amat jauh dari sempurna atau menganggapnya suatu tafsiran cita cita pendidikan yang. amat berbeda daripada yang dianutnya sendiri diperingatkan oleh Epiktetos awas. dengan istilah sama Kemungkinan yang sama itu akan mungkin menimbulkan. kesamaan yang tegang dan keras dan mengakibatkan ketidakadilan Kolektivistis yang. kita maksud di atas benar dalam pendidikannya tetapi Epiktetos demikian pula Oleh. karena itu keduanya harus bertukar pikiran Sejarah haru berbicara tetapi dari. sendirinya ia akan tetap diam Kita yang harus menyelidikinya Bila diperbuat. demikian maka sejarah akan berbicara kepada kita , Untuk mengetahui apa yang akan dituntut dari sejarah untuk mengetahui. kemajuan apa yang dicapai oleh seorang ahli pendidikan dan apa pula arti orang itu bagi. kita maka sudahlah sewajarnya kalau kita menguasai suatu sistem pendidikan sebagai. ilmu Kalau tidak demikian bagaimanakah kita mungkin menilai pekerjaan Frobel . Pestalozzi ataupun John Lock Bagaimanakah mungkin bagi kita kekurangan dan. kesalahan mereka demikian juga laba yang dicapai oleh mereka itu . Oleh karena itu maka tak mungkin mempelajari paedagogik historis tanpa. paedagogik sistematis walaupun benar pula bahwa paedagogik sistematis itu makin. terbuka untuk persoalan persoalan baru apabila pintunya terbuka untuk paedagogik. historis Dengan demikian dapat dikatakan bahwa paedagogik sistematis dan historis. pengaruh mempengaruhi walaupun yang sistematis itu secara logis menduduki tempat. primer yang berarti bahwa paedagogik sistematis harus harus didahulukan. mempelajarinya untuk memungkinkan mempelajari paedagogik historis Dan sekali. yang historis muncul maka pengaruhnya atas paedagogik sistematis pun akan tampak. pula dan demikian halnya seterusnya , Sekarang muncul soal yang tak dapat dielakkan pemecahannya ialah betapa kita. memulai paedagogik sistematis itu secara sistematis dan teratur Persoalan yang. dimaksud ini akan makin nyata bila disadari bahwa paedagogik sistematis itu tidak. muncul begitu saja ke dunia ini untuk diakui eksistensinya Akan tetapi persoalan ini. akan kita bicarakan lagi kelak dalam pasal satu karena yang penting sekarang pada. bagian ini ialah meminta perhatian atas adanya persoalan itu yang hendak kita. bicarakan lebih lanjut tugas dan keperluan paedagogik teoritis . Di atas telah dikatakan bahwa paedagogik teoritis harus menguraikan pokok. ilmunya secara teratur dan uraian ini hendaknya merupakan suatu kebulatan lagipula. lengkap sekurang kurangnya lengkap menurut prinsipnya Baiklah hal ini kita teliti. lebih lanjut , 5, Tak ada satupun ilmu yang dapat berkembang bila tak ada dalam ilmu itu.
pengetahuan yang tersusun secara sistematis Betapapun sedikitnya jumlah pengetahuan. itu namun karena sistematik penyusunannya telah dijelaskan pula betapa letak. persoalannya Telah harus pula tertentu apa yang wajib diketahui dan difahami untuk. mendapatkan jalan dalam ilmu itu serta sudah pula jelas diaman titik permulaan. aktivitas si penyelidik atau dengan lain perkataan suatu kebulatan sistematis yang. perlu bagi seseorang yang hendak mulai mempelajari ilmu itu tetapi juga bagi seorang. sarjana dalam ilmu itu Pada kebulatan sistematis yang dimaksud itu kedua golongan. tadi dapat mengetahui taraf perkembangan ilmu yang dihadapinya Ada baiknya yang. diuraikan ini kita bayangkan secara sederhana system yang dimaksud itu ialah. mengenai empat persegi panjang umpamanya yang dibagi bagi dalam empat persegi. panjang kecil yang terbatas dan dikenal jumlahnya Dalam setiap empat persegi. panjang kecil itu dituliskan nama suatu tanaman atau seekor binatang ataupun sepatah. kata Bila seluruh empat persegi panjang itu penuh berarti setiap persegi panjang kecil. telah berisi maka pekerjaannya telah selesai Bagian seseorang yang turut. mengerjakannya dapat dibaca pada tiap petak yang diisi oleh orang itu Semuanya dapat. dilihat dalam sekejap mata , Walaupun bayangan di atas ini sangat sederhana kesederhanaan yang. berbahaya namun telah dapat menggambarkan apa yang kita maksud suatu ilmu ialah. suatu kebulatan pengetahuan yang teratur dan susunan itu harus selalu tetap dan jelas. dalam bayangan si Sarjana apabila ia menginginkan hasil perjuangannya Memang. bayangan tentang empat persegi panjang di atas banyak kekurangannya Bukankah yang. membedakan suatu ilmu dari ilmu yang lain ialah pengertian pengertian Dan. bagaimana mungkin untuk menjelaskan kehidupan dalam empat persegi panjang yang. terbagi bagi itu dan kesibukan jiwa dalam pengertian pengertian yang bertalian dengan. bayangan itu Lagipula suatu ilmu tidak pernah selesai Keberatan keberatan yang. dikemukakan ini dan banyak lagi yang lain semuanya sudah kita kenal Asal saja. tetap dipegang persoalan yang sebenarnya yaitu suatu ilmu tak akan dapat berkembang . apabila ilmu itu tidak memiliki suatu kebulatan yang sistematis Inilah yang. menyatakan pada kita keperluan beralasan daripada paedagogik teoritis dalam rangka. keilmuan , Tidaklah praktek pendidikan dapat menyampingkan semua kebulatan sistematis. yang disebut sebut di atas itu Memang dapat tetapi dengan dua syarat . Syarat pertama ialah praktek pendidikan yang demikian harus melepaskan haknya atas. penilaian dapat dipertanggung jawabkan , Syarat kedua ialah praktek pendidikan yang demikian harus juga secara jujur dan. konsekuen Lepaskan teorinya yang setengah setengah disadarinya dan oleh karena itu. tak dapat diperhitungkannya , a Mengenai syarat pertama di atas dapat lagi dikatakan setiap orang yang mau. bertanggung jawab tentang tindakannya akan memikirkan hal hal sekitar. tindakan itu ia akan mengadakan perhitungan dengan dirinya Dan barang siapa. yang ingin berbuat demikian maka ia harus jujur dan tidak boleh dihentikan. atau dihalangi oleh perasaan perasaan diri tidak boleh pula ia membatasi diri. pada sesuatu yang teringat olehnya atau yang menarik perhatiannya tetapi ia. harus bekerja sistematis dan berusaha mencapai kesempurnaan yang prinsipil . Tetapi bila ia berbuat demikian maka orang itu telah berteori . b Mengenai yang kedua ingin kita katakan sebagai berikut barang siapa dan tidak. ingin bahwa dunia melakukan kehendaknya saja atas dirinya orang demikian. tahu tentang apa yang dibuatnya Dia dapat mengatakan apa yang dilakukannya . Dan kalau sekali ini ia berbuat begini dan sekali lagi berbuat begitu maka ia. 6, harus awas supaya jangan mencari alasan untuk tindakan tindakannya itu dan.
jangan pula ia mengadakan hubungan hubungan antara perbuatan perbuatannya. yang berbeda itu sebab kalau ia melakukan hal yang demikian maka ia sudah. kesasar di dunia teori Hanya teorinya itu tidak menunjukkan suatu sis. 1 PEDAGOGIK TEORITIS SISTEMATIS PENGARANG M J LANGEVELD Diedit untuk keperluan bahan perkuliahan Mata Kuliah Pedagogik di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan

Related Books