PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER PARU

Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru-Free PDF

  • Date:07 Dec 2019
  • Views:77
  • Downloads:0
  • Pages:43
  • Size:1.50 MB

Share Pdf : Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru

Download and Preview : Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru


Report CopyRight/DMCA Form For : Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru


Transcription:

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,PANDUAN PENATALAKSANAAN. KANKER PARU,Disetujui oleh,Perhimpunan Dokter Paru Indonesia PDPI. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia PAPDI. Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia PERHOMPEDIN. Perhimpunan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia PORI. Ikatan Ahli Patologi Anatomi Indonesia IAPI, Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia PDSRI. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik Rehabilitasi Indonesia PERDOSRI. Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia PDGKI. DAFTAR KONTRIBUTOR,dr Achmad Hudoyo SpP K dr,Agung Wibawanto SpBTKV K. dr Aida Lutfi Sp Rad Onk,dr Ana Rima SpP K,dr Andika C Putra PhD SpP.
dr Anita Ratnawati SpRM dr,Anna Febriani SpP,Prof dr Anwar Jusuf SpP K. dr Asrul Harsal Sp PD KHOM,dr ATW Westi SpRad Onk,Dr dr Aziza G Icksan Sp Rad K. dr Bambang Heru Sp P,dr dr Demak L Tobing Sp PK,dr Dewi S Soeis Sp Rad. dr Diana Paramita Sp PD KHOM dr,Elisna Syahruddin PhD SpP K dr. Eric Daniel Tenda Sp PD,dr Eva S Diana Sp P dr,Evelina Suzanna Sp PA.
dr Fenny Lovitha Dewi SpKFR Dr,dr Fielda Djuita SpRad K OnkRad dr. Gregorius Ben Prajogi SpOnkRad,dr Harun Iskandar Sp P dr. Heriawaty Hidayat Sp PA dr,Indriani SpKFR K,dr Isnu Pradjoko Sp P K. dr Jamal Zaini PhD SpP K,Dr Johan Kurnianda Sp PD KHOM. dr Juniarti Sp Rad Onk,dr Kardinah Sp Rad,dr Kartika W Rukmi.
dr Kumara Bakti Hera Pratiwi SpKFR K,Dr dr Laksmi Wulandari Sp P K. dr Lisnawati Sp PA,dr Maryastuti Sp Rad,dr Nana Supriana SpRad K OnkRad. dr Netty Lubis Sp Rad K,dr Noni N Soeroso Sp P K,dr Noorwati Soetandyo Sp PD KHOM. dr Siti Annisa Nuhonni SpKFR dr,Nurjati Siregar PhD SpPA. dr Pad Dilangga Sp P dr,Prasenohadi PhD SpP K,dr Puji Astuti Sp P dr.
Ratih Pahlesia Sp P,dr Ruth E Sembiring Sp PA,dr Sabrina Ermayanti Sp P dr. Selly C Anggoro Sp KFR dr,Setia P Tarigan Sp P,dr Sita L Andarini PhD Sp P K. Prof DR Dr Soehartati Gondhowiardjo SpRad K OnkRad dr. Sri M Munir Sp Pdr Suryanti D Pratiwi Sp P,dr Suryo Seto Sp Rad Onk dr. Susan H Mety Sp BTKV dr,Sutjahjo Endardjo Sp PA K,Dr dr Wahju Aniwidyaningsih Sp P K. dr Wahyuningsih Soeharno SpP,DR dr Zulkifli Amin Sp PD KP FCCP.
KATA PENGANTAR,PENYANGKALAN, Panduan Penatalaksanaan ini merupakan pedoman yang dibuat berdasarkan data dan konsensus para kontributor terhadap tata laksana saat ini. yang dapat diterima Panduan ini secara spesifik dapat digunakan sebagai panduan pada pasien dengan keadaan pada umumnya dengan asumsi. penyakit tunggal tanpa disertai adanya penyakit lainnya penyulit dan sebaiknya mempertimbangkan adanya variasi respon individual Oleh karena. itu Panduan ini bukan merupakan standar pelayanan medis yang baku Para klinisi diharapkan tetap harus mengutamakan kondisi dan pilihan. pasien dan keluarga dalam mengaplikasikan Panduan ini. Apabila terdapat keraguan para klinisi diharapkan tetap menggunakan penilaian klinis independen dalam kondisi keadaan klinis individual yang. bervariasi dan bila diperlukan dapat melakukan konsultasi sebelum melakukan suatu tindakan perawatan terhadap pasien. Panduan ini disusun dengan pertimbangan pelayanan kesehatan dengan fasilitas dan SDM sesuai kompetensi yang dibutuhkan tersedia. Bila fasilitas atau SDM dengan kompetensi yang dibutuhkan tidak terpenuhi agar melaksanakan sistem rujukan. KLASIFIKASI TINGKAT PELAYANAN, KLASIFIKASI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN BERDASAR TINGKAT PELAYANAN Tingkat Pelayanan Primer I. KLASIFIKASI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN BERDASAR TINGKAT PELAYANAN Yang dimaksud dengan fasilitas pelayanan. kesehatan dalam tingkatan pelayanan dasar,Primer adalah. Dokter Praktik Mandiri,KlinikPratama DokterUmum dan. Tingkat PelayananSekunder II,Yang dimaksud dengan fasilitas pelayanan.
kesehatan dalam tingkatan pelayanan,sekunder adalah. Klinik Utama Spesialistik,RS Tipe B C dan D,Tingkat PelayananTersier III. Yang dimaksud dengan fasilitas pelayanan,kesehatan dalam tingkatan pelayanan. tersieradalah RS Tipe A,Segala tindak tatalaksana diagnosis dan. terapi pada Panduan Praktik Klinis ini,ditujukan untuk panduan penanganan di.
Tingkat PelayananTersier III Namun,demikian tidak menutup kemungkinan bahwa. hal tersebut dapat dilakukan di Tingkat,Pelayanan Sekunder II bila kompetensi SDM. dan fasilitas yang tersedia memenuhi,persyaratan,DAFTAR ISI. Daftar kontributor i,Kata pengantar iii,Penyangkalan iii. Klasifikasi tingkat pelayanan kesehatan iv,Daftar isi v.
Pengertian dan epidemiologi 1,Faktor risiko dan deteksi dini 1. Diagnosis 2,Klasifikasi Histologik dan Stadium 5,Tatalaksana 6. Dukungan Nutrisi 14,Rehabilitasi Medik 18,Evaluasi dan Tindak Lanjut 21. Algoritma Tatalaksana 23,Referensi 24,Lampiran 1 29. Lampiran 2 31,Lampiran 3 32, PENGERTIAN DAN EPIDEMIOLOGI FAKTOR RISIKO DAN DETEKSI DINI.
Kanker paru adalah semua penyakit keganasan di paru mencakup Hingga saat ini belum ada metode skrining yang sesuai bagi kanker. keganasan yang berasal dari paru sendiri primer Dalam pengertian paru secara umum Metode skrining yang telah direkomendasikan. klinik yang dimaksud dengan kanker paru primer adalah tumor ganas untuk deteksi kanker paru terbatas pada kelompok pasien risiko tinggi. yang berasal dari epitel bronkus karsinoma bronkus bronchogenic Kelompok pasien dengan risiko tinggi mencakup pasien usia. carcinoma 40 tahun dengan riwayat merokok 30 tahun dan berhenti merokok. dalam kurun waktu 15 tahun sebelum pemeriksaan atau pasien 50. Kanker paru merupakan penyebab utama keganasan di dunia tahun dengan riwayat merokok 20 tahun dan adanya minimal satu. mencapai hingga 13 persen dari semua diagnosis kanker Selain itu faktor risiko lainnya Faktor risiko kanker paru lainnya adalah pajanan. kanker paru juga menyebabkan 1 3 dari seluruh kematian akibat radiasi paparan okupasi terhadap bahan kimia karsinogenik riwayat. kanker pada laki laki Di Amerika Serikat diperkirakan terdapat kanker pada pasien atau keluarga pasien dan riwayat penyakit paru. sekitar 213 380 kasus baru pada tahun 2007 dan 160 390 kematian seperti PPOK atau fibrosis paru Pada pasien berisiko tinggi dengan. akibat kanker paru Berdasarkan data WHO kanker paru merupakan anamnesa dan pemeriksaan fisik yang mendukung kecurigaan. jenis kanker terbanyak pada laki laki di Indonesia dan terbanyak adanya keganasan pada paru paru dapat dilakukan pemeriksaan. kelima untuk semua jenis kanker pada perempuan Kanker paru juga low dose CT scan untuk skrining kanker paru setiap tahun selama 3. merupakan penyebab kematian akibat kanker terbanyak pada laki tahun namun tidak dilakukan pada pasien dengan komorbiditas berat. laki dan kedua pada perempuan lainnya Pemeriksaan ini dapat mengurangi mortalitas akibat kanker. paru hingga 20, Hasil penelitian berbasis rumah sakit dari 100 RS di Jakarta kanker. paru merupakan kasus terbanyak pada laki laki dan nomor 4 Pada pasien yang tidak memenuhi kriteria kelompok risiko tinggi. terbanyak pada perempuan tapi merupakan penyebab kematian pemeriksaan low dose CT scan tidak direkomendasikan Selain itu. utama pada laki laki dan perempuan Data hasil pemeriksaan di pada pasien yang tidak dapat menjalani terapi kanker paru akibat. laboratorium Patalogi Anatomi RSUP Persahabatan kanker paru keterbatasan biaya atau kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. merupakan lebih dari 50 persen kasus dari semua jenis kanker yang maka pemeriksaan ini tidak disarankan. didiagnosa Data registrasi kanker Rumah Sakit Dharmais tahun. 2003 2007 menunjukkan bahwa kanker trakea bronkus dan paru Rekomendasi Skrining. merupakan keganasan terbanyak kedua pada pria 13 4 setelah Pemeriksaan low dose CT scan dilakukan pada pasien risiko tinggi. yaitu pasien usia 40 tahun dengan riwayat merokok 30 tahun dan. kanker nasofaring 13 63 dan merupakan penyebab kematian. berhenti merokok dalam kurun waktu 15 tahun sebelum pemeriksaan. akibat kanker terbanyak pada pria 28 94 rekomendasi A atau pasien 50 tahun dengan riwayat merokok 20. tahun dan adanya minimal satu faktor risiko lainnya rekomendasi B. paraneoplastik seperti nyeri muskuloskeletal hematologi vaskuler. DIAGNOSIS neurologi dan lain lain, Kanker paru ditegakkan berdasarkan anamnesis pemeriksaan fisik. pemeriksaan penunjang dan pemeriksaan patologi anatomi Pemeriksaan Fisik. Pemeriksaan fisik mencakup tampilan umum performance status. Anamnesis penderita yang menurun penemuan abnormal terutama pada. Gejala klinis kanker paru tidak khas tetapi batuk sesak napas atau pemeriksaan fisik paru benjolan leher ketiak atau dinding dada. nyeri dada gejala respirasi yang muncul lama atau tidak kunjung tanda pembesaran hepar atau tanda asites nyeri ketok di tulang. sembuh dengan pengobatan biasa pada kelompok risiko harus. ditindak lanjuti untuk prosedur diagnosis kanker paru Pada pemeriksaan fisik tanda yang dapat ditemukan pada kanker. paru dapat bervariasi tergantung pada letak besar tumor dan. Gejala yang berkaitan dengan pertumbuhan tumor langsung seperti penyebarannya Pembesaran kelenjar getah bening KGB. batuk hemoptisis nyeri dada dan sesak napas stridor Batuk supraklavikula leher dan aksila menandakan telah terjadi penyebaran. merupakan gejala tersering 60 70 pada kanker paru ke KGB atau tumor di dinding dada kepala atau lokasi lain juga. menjadi petanda penyebaran Sesak napas dengan temuan suara. Gejala lain berkaitan dengan pertumbuhan regional seperti efusi napas yang abnormal pada pemeriksaan fisik yang didapat jika. pleura efusi perikard sindorm vena kava superior disfagia Pancoast terdapat massa yang besar efusi pleura atau atelektasis Venektasi. syndrome paralisis diafragma Pancoast syndrome merupakan pelebaran vena di dinding dada dengan pembengkakan edema. kumpulan gejala dari kanker paru yang tumbuh di sulkus superior wajah leher dan lengan berkaitan dengan bendungan pada vena. yang menyebabkan invasi pleksus brakial sehingga menyebabkan kava superior SVKS Sindroma Horner sering terjadi pada tumor. nyeri pada lengan sindrom Horner ptosis miosis hemifacial yang terletak si apeks pancoast tumor Thrombus pada vena. anhidrosis ekstremitas ditandai dengan edema disertai nyeri pada anggota gerak. dan gangguan sistem hemostatis peningkatan kadar D dimer. Keluhan suara serak menandakan telah terjadi kelumpuhan saraf menjadi gejala telah terjadinya bendungan vena dalam DVT Tanda. atau gangguan pada pita suara Gejala klinis sistemik yang juga tanda patah tulang patologik dapat terjadi pada kanker yang. kadang menyertai adalah penurunan berat badan dalam waktu yang bermetastasis ke tulang Tanda tanda gangguan neurologis akan. singkat nafsu makan menurun demam hilang timbul Gejala yang didapat jika kanker sudah menyebar ke otak atau tulang belakang. berkaitan dengan gangguan neurologis sakit kepala lemah parese. sering terjadi jika telah terjadi penyebaran ke otak atau tulang Tampilan umum. belakang Nyeri tulang sering menjadi gejala awal pada kanker yang Tampilan umum menjadi suatu parameter untuk menentukan. telah menyebar ke tulang Terdapat gejala lain seperti gejala prognosis penyakit indikasi untuk menentukan jenis terapi dan. agresivitas pengobatan, selanjutnya termasuk prosedur diagnosis penunjang dan. penanganan dapat ditentukan Jika pada foto toraks ditemukan. lesi yang dicurigai sebagai keganasan maka pemeriksaan CT. Pembagian tampilan umum berdasarkan skor Karnofsky dan WHO scan toraks wajib dilakukan untuk mengevaluasi lesi tersebut. 2 CT scan toraks dengan kontras merupakan pemeriksaan yang. Skor WHO Batasan penting untuk mendiagnosa dan menentukan stadium penyakit. Karnofsky dan menentukan segmen paru yang terlibat secara tepat CT. 90 100 0 Aktivitas normal scan toraks dapat diperluas hingga kelenjar adrenal untuk. 70 80 1 Ada keluhan tapi masih aktif dapat mengurus menilai kemungkinan metastasis hingga regio tersebut. diri sendiri 3 CT scan kepala dengan kontras diindikasikan bila penderita. 50 60 2 Cukup aktif namun kadang memerlukan mengeluh nyeri kepala hebat untuk menilai kemungkinan adanya. bantuan metastasis ke otak, 30 40 3 Kurang aktif perlu perawatan 4 USG abdomen dilakukan untuk menilai kemungkinan metastasi. 10 20 4 Tidak dapat meninggalkan tempat tidur perlu 5 Bone Scan dilakukan untuk mendeteksi metastasi ke tulang. di rawat di Rumah Sakit tulang Bone survey dilakukan jika fasilitas bone scan tidak ada. 0 10 Tidak sadar 6 PET scan dapat dilakukan untuk menilai hasil pengobatan. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan Khusus, Darah rutin Hb Leukosit Trombosit fungsi hati fungsi ginjal 1 Bronkoskopi adalah prosedur utama untuk mendiagnosa kanker.
paru Prosedur ini dapat membantu menentukan lokasi lesi. Pemeriksaan Patologi Anatomik primer pertumbuhan tumor intraluminal dan mendapatkan. 1 Pemeriksaan Patologi Anatomik Sitologi dan Histopatologi spesimen untuk sitologi dan biopsi sehingga diagnosa dan. 2 Pemeriksaan imunohistokimia untuk menentukan jenis seperti stadium kanker paru dapat ditentukan Salah satu metode terkini. TTF 1 dan lain lain dilakukan apabila fasilitas tersedia adalah bronkoskopi fleksibel yang dapat menilai paru hingga. 3 Pemeriksaan Penanda molekuler yang telah tersedia sebagian besar bronkus derajat ke empat dan kadang hingga. diantaranya adalah mutasi EFGR hanya dilakukan apabila derajat ke enam Spesimen untuk menghasilkan pemeriksaan. fasilitas tersedia sitologi dan histopatologi didapat melalui bilasan bronkus. KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER PARU Disetujui oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia PDPI Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia PAPDI

Related Books