JURNAL WordPress com

Jurnal Wordpress Com-Free PDF

  • Date:12 Jan 2021
  • Views:1
  • Downloads:0
  • Pages:10
  • Size:673.15 KB

Share Pdf : Jurnal Wordpress Com

Download and Preview : Jurnal Wordpress Com


Report CopyRight/DMCA Form For : Jurnal Wordpress Com


Transcription:

PENGARUH RATIO L D DAN CUTTING SPEED TERHADAP KESILINDRISAN. BENDA KERJA HASIL FINISHING PADA PROSES PEMBUBUTAN TIRUS. DIVERGEN DENGAN BAHAN ALUMUNIUM 6061,Wahyu Dwi Anggoro Endi Sutikno Erwin Sulistyo. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Jalan MT Haryono 167 Malang 65145 Indonesia,E mail dwianggoro sukarsono91 gmail com. Machining Proccess is one of the main processes in the metal manufacturing industry The quality. characteristic of the ideal geometry is considered as an evaluation of the product Cutting Parameters and. the geometry of the workpiece has influence on the results of the process of lathe turning In this research. was done lathe process using CNC EMCO Turn 242 as machine that which is purposed to know influence of. Ratio L D and Cutting Speed to cylindrical of a workpiece by using aluminium 6061 as material of. workpiece Cutting speed is used 87 92 mm min 100 48 mm min 113 04 mm min and 125 6 mm min with. ratio L D 3 37 3 87 and 4 37 From this research are obtained data of the cylindrical from the workpiece. From this research are obtained too the value of upper and lower limit control of the cylindrical from each. line On the line one the value of upper control limit 0 06 mm and the value of lower control limit 0 02. mm on the line two the value of upper control limit 0 11 mm and the value of lower control limit 0 04. mm on the line three the value of upper control limit 0 11 mm and the value of lower control limit 0 04. mm on the line four the value of upper control limit 0 11mm dan the value of lower control limit 0 04. mm The lowest of cylindrical value is cutting speed 87 92 mm min and ratio L D 3 37 0 016 mm While. The highest of cylindrical value is cutting speed 125 6 mm min dan ratio L D 4 37 0 0576 mm So the. more larger Cutting speed then the value of cylindrical will be increasing and the more larger ratio L D then. the value of cylindrical will be more increase too. Keyword aluminium 6061 ratio L D cutting speed cutting force cylindrical. PENDAHULUAN ideal ukuran dimensi yang teliti bentuk. Latar Belakang yang sempurna posisi yang tepat dan. Proses Pembubutan merupakan permukaan yang sangat halus tidak. salah satu bagian proses utama dalam mungkin dapat terpenuhi terutama pada. industri manufaktur logam Dalam proses hasil produksi yang mempunyai bentuk. pembubutan suatu produk dapat terjadi dengan tingkat kerumitan yang tinggi. penyimpangan terhadap karakteristik karena selama proses pembuatan produk. geometri yang telah ditentukan Proses terdapat faktor faktor yang menyebabkan. pembubutan sendiri tentu dituntut untuk terjadinya penyimpangan yang tidak dapat. menghasilkan produk yang berkualitas dihindari sehingga terjadinya. dan memiliki karakteristik geometri yang penyimpangan karakteristik geometri. ideal dan waktu produksi yang singkat kemungkinan besar akan berpengaruh. Suatu Produk memiliki karakteristik pada karakteristik fungsional seperti. geometri yang ideal apabila produk kekuatan dan perkiraan umur. tersebut memiliki dimensi yang tepat Pada proses pembubutan terdapat. bentuk yang sempurna serta permukaan beberapa parameter seperti kecepatan. yang halus pemakanan kecepatan pemotongan, Karakteristik geometri mempunyai kedalaman pemotongan geometri pahat. pengaruh yang besar atas karakteristik dan rasio L D Semua parameter tersebut. fungsional tetapi bukan sebagai ukuran berpengaruh pada hasil akhir produk. kemampuan mesin Suatu karakteristik seperti kekasaran permukan dan juga. fungsional tertentu direncanakan dengan kesilindrisan pada suatu poros Kualitas. suatu mesin Karakteristik geometrik yang hasil produk komponen dapat dicapai. dengan merubah cutting speed dan ratio maka seluruh proses pemotongan logam. L D yang merupakan parameter di dalam dapat dikelompokkan menjadi empat. proses permesinan bidang manufaktur kelompok dasar yaitu. Kemampuan mencapai kesilindrisan pada Proses pemesinan dengan mesin las. suatu produk merupakan tujuan utama Proses pemesinan dengan mesin press. pada proses pembubutan Oleh karena itu Proses pemesinan dengan mesin. perlu dilakukan penelitian tentang perkakas, hubungan kebulatan benda kerja dengan Proses pemesinan non konvensional. parameter dasar pada proses pembubutan Electric Discharge Machining dan. khususnya pembubutan tirus divergen sebagainya,Dari beberapa penelitian sebelumnya.
Anang Nirmadi 2007 Analisa Pembubutan Tirus, Pengaruh Kecepatan Potong Tinggi Suatu benda kerja dikatakan tirus. Pada Proses Bubut CNC Dengan apabila terdapat perbedaan dimensi pada. Tailstock Terhadap Kesilindrisan kedua ujung sisi pada benda yang. Produk dan B Budi Mariatanto 1996 memiliki bentuk silindris Pembubutan. Pengaruh Kecepatan Pemotongan Dan tirus Taper yaitu proses pembuatan. Gerak Makan Terhadap Penyimpangan benda kerja berbentuk konis Pembubutan. Diameter Dan Kebulatan Produk Hasil tirus Divergen adalah proses pembubutan. Permesinan CNC ET 242 benda kerja berbentuk konis yang dimulai. Berdasarkan uraian tersebut perlu dari diameter terkecil dahulu kemudian. diadakan penelitian mengenai pengaruh diameter terbesar sedangkan. parameter dasar pada proses pembubutan Pembubutan tirus Konvergen adalah. terhadap kesilindrisan benda kerja pada proses pembubutan benda kerja berbentuk. proses pembubutan tirus divergen dimana konis yang dimulai dari diameter terbesar. parameter dasar pembubutan yang akan dahulu kemudian diameter terkecil. diteliti meliputi pengaruh ratio L D dan, cutting speed terhadap kesilindrisan benda Parameter Pemesinan. kerja dengan tujuan untuk mengetahui Pada proses bubut terdapat tiga. seberapa besar pengaruh ratio L D dan parameter yaitu kecepatan potong V. cutting speed terhadap kesilindrisan benda pemakanan f dan kedalaman potong a. kerja hasil finishing pada proses Elemen dasar pada proses bubut dapat. pembubutan tirus divergen diketahui menggunakan rumus yang dapat. diturunkan berdasarkan gambar 1 berikut,TINJAUAN PUSTAKA ini. Definisi Proses Pemesinan,Definisi proses pemesinan adalah. proses pembentukan geram chips akibat,perkakas tools yang dipasangkan pada.
mesin perkakas machine tools bergerak,relatif terhadap benda kerja work piece. yang dicekam pada daerah kerja mesin,perkakas Rochim Taufiq 2007 1 Proses. pemesinan termasuk dalam klasifikasi,proses pemotongan logam merupakan. suatu proses yang digunakan untuk Gambar 1 Proses bubut. mengubah bentuk suatu produk dari Sumber Rochim 1993. logam komponen mesin dengan cara,memotong mengupas atau memisah Benda Kerja. Tergantung pada cara pemotongannya do diameter awal mm. dm diameter akhir mm, lt panjang pemesinan mm Tabel 1 Sifat sifat fisik aluminium.
kr sudut potong utama,o sudut geram,Mesin Bubut,a kedalaman potong mm. f gerak makan mm rev Sumber tata surdia 1984 134,n putaran poros utama rpm. Tabel 2 Sifat sifat mekanik aluminium,Kecepatan Pemotongan Cutting. Kecepatan pemotongan m min Sumber tata surdia 1984 134. d Diameter benda kerja mm,n Putaran spindel rpm Toleransi. Toleransi adalah perbedaan dua batas, Kecepatan Gerak Makan Feed Rate ukuran sehingga ukuran pada benda.
kerja boleh terletak antara dua batas yang, vf f n mm min 3 diizinkan terdapat 3 macam toleransi. yaitu toleransi liniear toleransi sudut dan,dengan toleransi geometri. vf Kecepatan pemakanan,f Pemakanan mm,n Putaran spindel rpm. Kedalaman Pemakanan Depth Of,4 Gambar 2 Toleransi Bentuk. dengan Sumber Sato 1999 168,a kedalaman pemotongan mm.
D diameter awal mm Kesilindrisan,d diameter akhir mm Kebulatan adalah bentuk. melingkar dengan jari jari yang sama dan,Aluminium berpusat pada satu titik Suatu benda. Aluminium merupakan logam ringan dapat dikatakan bulat apabila jarak dari. mempunyai ketahanan korosi dan semua titik pada keliling benda tersebut. hantaran listrik yang baik Selain untuk terhadap pusatnya jari jari mempunyai. peralatan rumah tangga aluminium panjang yang sama. dipakai untuk keperluan material pesawat Kesilindrisan adalah harga. terbang mobil kapal laut konstruksi dsb kebulatan yang besarnya relativ sama di. Surdia 1984 129 sepanjang selimut silinder atau pada tiap. titik dari diameter awal dan diameter E Modulus elastisitas bahan. akhir N m2, Kesilindrisan dapat dicari menggunakan I Momen inersia m4. persamaan berikut L Panjang batang m,ERROR R1 R2 5. Sumber Sato 2008 159,ERROR Nilai Kesilindrisan,R1 Nilai jari jari Gambar 4 Defleksi Pada Jenis.
terbesar mm Tumpuan Engsel,R2 Nilai jari jari Sumber Diktat Kuliah Mekanika. terkecil mm Kekuatan Material Hendri,Ariful Ansori. Defleksi adalah perubahan bentuk ML,pada jarak pusat kelengkungan batang 7. atau balok terhadap sumbu utama normal,batang atau balok akibat adanya dengan. pembebanan vertikal yang diberikan pada M Momen Kg m2. balok atau batang Adapun hal hal yang E Modulus elastisitas bahan. dapat mempengaruhi terjadinya defleksi N m2,Munandar 2011 2 yaitu I Momen inersia m4.
1 Kekakuan batang L Panjang batang m,2 Besar kecilnya gaya yang. 3 Jenis tumpuan yang diberikan,4 Jenis beban yang terjadi pada. Gambar 5 Defleksi Pada Proses,Pembubutan Dengan Menggunakan. Tail Stock,Gambar 3 Balok Kantilever dengan,Beban P Pada proses pembubutan dengan. Sumber William 1999 menggunakan tail stock benda kerja. dicekam pada chuck yang, Jika sebuah balok kantilever diberi menunjukkan pada proses ini benda.
beban maka akan terdapat defleksi a mengalami tumpuan jepit dan. Untuk mengetahui besarnya defleksi tumpuan engsel pada tail stock dan. maka dapat dicari dengan persamaan dikenai gaya oleh pahat maka benda. sebagai berikut Timoshenko 1996 144 kerja pada proses pembubutan juga. a PL3 akan mengalami defleksi Defleksi,3EI 6 yang terjadi pada saat proses. pembubutan tersebut berpengaruh,dengan pada kekasaran permukaan dan. P Beban terpusat N kesilindrisan yang dihasilkan,METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan,adalah metode eksperimental Metode. penelitian eksperimental yaitu melakukan Gambar 8 Panjang Awal Pembubutan. pengamatan untuk mencari data sebab Dengan Rasio L D 4 37. akibat dalam suatu proses melalui,eksperimen sehingga dapat mengetahui Keterangan.
pengaruh ratio L D dan cutting speed 100 mm Panjang benda kerja yang akan. terhadap kesilindrisan benda kerja pada dibubut,proses pembubutan 25 mm Panjang benda kerja yang. Variabel Penelitian 10 mm 30 mm 50 mm Panjang benda. Variabel penelitian yang digunakan kerja tersisa di luar pencekam. dalam penelitian ini adalah,1 Variabel bebas b Saat Proses Pembubutan. Cutting Speed 87 92 mm min,100 48 mm min 113 04 mm min. dan 125 6 mm min,Ratio L D mm 3 37 3 87 dan, 2 Variabel terikat Gambar 9 Instalasi Proses Pembubutan. Kesilindrisan Dengan Rasio L D 3 37,3 Variabel kontrol.
Depth of Cut a 0 5 mm,Feeding f 0 05 mm rev,Cutting Fluid Soluble Oil. Tipe Martol Soluble 1,Viskositas 164 Ns,Gambar 10 Instalasi Proses Pembubutan. Dimensi Benda Kerja Dengan Rasio L D 3 87,a Sebelum pembubutan. Gambar 6 Panjang Awal Pembubutan,Dengan Rasio L D 3 37. Gambar 11 Instalasi Proses Pembubutan,Dengan Rasio L D 4 37.
Gambar 7 Panjang Awal Pembubutan,Dengan Rasio L D 3 87. c Setelah Pembubutan Tabel 4 Data nilai penyimpangan. kesilindrisan pada segmen 1 di baris2,Cutting Speed total. 3 37 3 87 4 37,20 024 20 0272 20 0312,87 92 20 026 20 0264 20 0312 180 2456. Gambar 12 Benda Kerja Hasil Proses 20 0236 20 0276 20 0284. Pembubutan 20 034 20 038 20 0392,100 48 20 0336 20 0376 20 0384 180 328. Bahan Penelitian 20 0348 20 0348 20 0376, Material yang digunakan yaitu 20 038 20 0388 20 0404.
Aluminium 6061 dengan diameter awal 113 04 20 038 20 0396 20 04 180 3524. sebelum dilakukan proses pembubutan 38 20 0384 20 0396 20 0396. mm dengan desain yang sama pada setiap 20 0452 20 0496 20 052. spesimen dengan panjang tirus 50 mm dan 125 6 20 0436 20 0496 20 0524 180 432. sudut ketirusan 9 20 04 20 0496 20 05,total 240 4192 240 458 240 48 721 358. HASIL dan PEMBAHASAN, Untuk mendapatkan data Tabel 5 Data nilai penyimpangan. penyimpangan kesilindrisan dilakukan kesilindrisan pada segmen 2 di baris 3. pengambilan data dan pengukuran Rasio L D,Cutting Speed total. menggunakan dial indicator Pengukuran 3 37 3 87 4 37. dilakukan pada 2 segmen yang terdiri dari 30 0262 30 027 30 0302. 4 baris pada setiap spesimen dan setiap 87 92 30 0262 30 0274 30 0314 270 2552. diameter awal dan diameter akhir dengan 30 0264 30 0266 30 0338. 3 kali pengulangan untuk memberikan 30 0344 30 0352 30 0394. tingkat ketelitian data pengukuran yang 100 48 30 0344 30 0352 30 04 270 32924. diperoleh kemudian diambil rata rata 30 0342 30 0388 30 0376. dari data hasil pengukuran tersebut 30 042 30 0444 30 0488. 113 04 30 0412 30 044 30 0488 270 3994, Tabel 3 Data nilai penyimpangan 30 0414 30 0448 30 044. kesilindrisan pada segmen 1 di baris1 30 0488 30 0512 30 0544. Cutting Rasio L D 125 6 30 0488 30 0516 30 0552 270 462. Speed 3 37 3 87 4 37 30 0468 30 0516 30 0536, 15 0108 15 0144 15 0172 total 360 4508 360 478 360 517 1081 44584.
87 92 15 0102 15 0142 15 0166 135 1348,15 0108 15 014 15 0266. 15 0216 15 0224 15 0236,100 48 15 0204 15 0216 15 0236 135 1992. 15 0198 15 0222 15 024,15 024 15 0248 15 0256,113 04 15 0238 15 0252 15 0272 135 2258. 15 0236 15 0256 15 026,15 0336 15 0378 15 0464,125 6 15 0346 15 0372 15 0464 135 3442. pengaruh cutting speed dan rasio l d terhadap kesilindrisan benda kerja hasil finishing pada proses pembubutan tirus divergen dengan aluminium 6061 jurnal konsentrasi teknik produksi diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan

Related Books