CONSULTATIVE PAPER PENDEKATAN STANDAR UNTUK COUNTERPARTY

Consultative Paper Pendekatan Standar Untuk Counterparty-Free PDF

  • Date:02 Jun 2020
  • Views:26
  • Downloads:0
  • Pages:25
  • Size:944.34 KB

Share Pdf : Consultative Paper Pendekatan Standar Untuk Counterparty

Download and Preview : Consultative Paper Pendekatan Standar Untuk Counterparty


Report CopyRight/DMCA Form For : Consultative Paper Pendekatan Standar Untuk Counterparty


Transcription:

KATA PENGANTAR, Krisis keuangan global tahun 2008 lalu memberikan salah satu pelajaran berharga dimana transaksi. derivatif terutama Over The Counter OTC Derivatives menjadi salah satu penyebab krisis yang. berdampak luas dan mendalam terhadap kondisi sistem keuangan dunia Sebagai respon terhadap krisis. keuangan global tersebut G20 berkomitmen untuk meningkatkan praktek pengaturan dan pengawasan. terhadap derivatif terutama Over The Counter OTC Derivatives sebagai bagian dari upaya untuk. meningkatkan ketahanan sistem keuangan global, Pada bulan Juni 2006 dokumen kerangka Basel II yang salah satu bagiannya merupakan standar. pengaturan Counterparty Credit Risk CCR bagi bank telah dipublikasikan oleh Basel Committee on. Banking Supervision BCBS Kemudian pada bulan Juni 2011 BCBS kembali menerbitkan dokumen. kerangka Basel III yang salah satu bagiannya bertujuan untuk mereformasi dan memperkuat kerangka. pengaturan CCR yang ada di Basel II Terakhir pada bulan April 2014 BCBS mengeluarkan dokumen. The standardised approach for measuring counterparty credit risk exposures SA CCR sebagai bagian. dari upayanya untuk secara terus menerus menyempurnakan kerangka CCR yang sudah ada. sebelumnya Kerangka CCR bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bank dalam menghadapi risiko. pada transaksi apabila counterparty mengalami default gagal dalam memenuhi kewajibannya sebelum. penyelesaian akhir dari arus kas pada transaksi tersebut. Indonesia yang merupakan salah satu negara anggota BCBS berkomitmen untuk menerapkan Basel. Regulatory Framework sesuai dengan tenggat waktu timeline yang ditentukan dimana salah satunya. mencakup penyempurnaan kerangka counterparty credit risk sesuai dengan SA CCR Hal ini tentunya. dipertimbangkan dengan tetap mempertimbangkan dampaknya terhadap perbankan nasional Oleh. karena itu penerapan kerangka SA CCR di Indonesia akan dilakukan secara berhati hati dengan. beberapa penyesuaian agar sesuai dengan kondisi nasional. Consultative Paper CP ini diterbitkan dengan tujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai pihak. mengenai penyempurnaan kerangka CCR di Indonesia agar sesuai dengan kerangka SA CCR Masukan. dari berbagai pihak tersebut tentunya diharapkan sebelum regulasi terhadap penyempurnaan kerangka. SA CCR di Indonesia diterbitkan Adapun beberapa masukan yang diharapkan antara lain. 1 Lingkup implementasi,2 Tahapan implementasi,3 Laporan pengungkapan kepada publik. Sebagai bagian dari pengaturan prinsip kehati hatian dalam menjalankan usaha perbankan OJK. memandang bahwa perlu melakukan langkah langkah untuk menyiapkan implementasi kerangka SA. CCR dengan baik agar sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan dan berkontribusi positif dalam. perkembangan industri perbankan Indonesia ke depan. Jakarta September 2016,CONSULTATIVE PAPER, PENDEKATAN STANDAR UNTUK COUNTERPARTY CREDIT RISK SA CCR. 1 Latar Belakang Pendekatan Standar untuk Mengukur Eksposur CCR SA CCR. 1 1 Peraturan ini menyajikan formulasi untuk Pendekatan Standar SA CCR dalam mengukur. Exposure at Default EAD untuk Counterparty Credit Risk CCR SA CCR akan menggantikan model. non internal yang telah diformulasikan sebelumnya yaitu Current Exposure Method CEM. 1 2 Dalam merumuskan SA CCR tujuan utamanya adalah untuk merancang sebuah pendekatan yang. cocok diterapkan untuk berbagai transaksi derivatif mampu diimplementasikan secara sederhana. dan mudah mengatasi kekurangan dari CEM mengacu pada pendekatan berdasarkan prinsip. kehati hatian yang sudah tersedia dalam kerangka Basel meminimalkan diskresi nasional yang. digunakan oleh otoritas nasional dan bank serta meningkatkan sensitivitas risiko dari kerangka. permodalan tanpa menambah kompleksitas, 1 3 CEM telah dikritik karena beberapa keterbatasan khususnya karena tidak membedakan antara.
transaksi margined dan unmargined supervisory add on factor tidak cukup dalam menangkap. tingkat volatilitas yang diamati selama periode stres terkini dan pengakuan terhadap netting dinilai. terlalu sederhana serta tidak merefleksikan hubungan ekonomi yang bermakna antara posisi. 2 Formulasi SA CCR, 2 1 Eksposur dalam pendekatan SA CCR terdiri dari dua komponen Replacement Cost RC dan. Potential Future Exposure PFE Secara matematis,Exposure at Default dalam SA EAD alpha RC PFE. dimana alpha sama dengan 1 4 Bagian dari PFE terdiri dari multiplier yang memungkinkan. pengakuan jaminan yang berlebih secara parsial dan aggregate add on yang berasal dari add ons. untuk setiap kelas aset yaitu suku bunga valuta asing dan kredit 1. 2 2 Metodologi untuk menghitung add ons untuk setiap kelas aset bergantung pada konsep. hedging set Sebuah hedging set dalam pendekatan SA CCR adalah seperangkat transaksi dalam. satu netting set di mana offsetting secara sebagian atau penuh diakui untuk tujuan menghitung PFE. add on Add on akan bervariasi berdasarkan jumlah hedging set yang tersedia dalam suatu kelas. aset Variasi tersebut diperlukan untuk memperhitungkan basis risk dan perbedaan korelasi dalam. kelas aset Metodologi untuk menghitung add ons adalah sebagai berikut. Derivatif suku bunga Hedging set terdiri dari semua derivatif yang mereferensikan suku bunga. dari mata uang yang sama seperti USD EUR JPY dll Selanjutnya pembagian hedging set dibagi. berdasarkan kategori jangka waktu Posisi long dan short pada set hedging yang sama. diperbolehkan untuk sepenuhnya dilakukan offsetting dalam kategori jangka waktu yang sama. untuk antar kategori jangka waktu offsetting secara parsial diperbolehkan. Derivatif valuta asing Hedging set terdiri dari derivatif yang mereferensikan pasangan mata uang. asing yang sama seperti USD Yen Euro Yen atau USD Euro Posisi long dan short dalam pasangan. mata uang yang sama boleh dilakukan offsetting secara penuh tapi tidak diperbolehkan adanya. offsetting antar pasangan mata uang, Multiplier memiliki efek untuk memperkecil skala aggregate add on dengan adanya jaminan yang berlebih. Derivatif kredit Satu hedging set digunakan untuk masing masing kelas aset Offset secara penuh. diperbolehkan untuk derivatif yang mereferensikan entitas yang sama nama atau indeks. sementara offset secara parsial diperbolehkan untuk derivatif yang mereferensikan entitas yang. 2 3 Untuk masing masing kelas aset basis transactions dan volatility transactions membentuk. hedging set yang terpisah di setiap kelas aset masing masing Hedging set yang terpisah ini akan. dikenakan specific supervisory factors dan akan mengikuti aturan utama agregasi hedging set untuk. kelas aset yang relevan, 2 4 Sebuah basis transaction adalah transaksi non devisa yaitu kedua leg merupakan mata uang. yang sama di mana arus kas dari kedua leg bergantung pada faktor faktor risiko yang berbeda dari. kelas aset yang sama Contoh umum dari basis transaction termasuk interest rate basis swaps. dimana pembayaran berdasarkan pada dua suku bunga mengambang berbeda yang dipertukarkan. dan commodity spread trades dimana pembayaran didasarkan pada harga dua komoditas terkait. yang dipertukarkan Semua basis transactions pada sebuah netting set yang berada dalam kelas. aset yang sama dan mereferensikan pasangan yang sama dari faktor risiko membentuk satu hedging. set Misalnya seluruh tiga bulan Libor swap dengan enam bulan Libor swap pada netting set yang. sama membentuk satu single basis hedging set,3 Lingkup Aplikasi.
3 1 SA CCR akan berlaku untuk OTC derivatives exchange traded derivatives dan long settlement. transactions2,4 Masa Transisi, 4 1 SA CCR memperkenalkan perubahan yang signifikan dalam metodologi dari pendekatan non. internal model saat ini Yurisdiksi tentunya memerlukan waktu untuk menerapkan perubahan ini. dalam kerangka permodalannya masing masing Disamping itu bank bank yang lebih kecil mungkin. memerlukan waktu untuk meningkatkan kemampuan operasionalnya dalam rangka menerapkan SA. CCR Penerapan SA CCR secara efektif di Indonesia akan ditentukan kemudian oleh OJK. 5 Penjelasan Tambahan, 5 1 Lampiran 1 menetapkan contoh penerapan SA CCR untuk portofolio sampel Lampiran 2. menetapkan contoh pengoperasian SA CCR dalam konteks standard margin agreements Lampiran 3. menetapkan diagram alir mengenai langkah langkah untuk menghitung interest rate add ons. 6 Draft Usulan Kerangka Penerapan SA CCR, 6 1 Dalam SA CCR perhitungan jumlah eksposur adalah sebagai berikut. Long Settlement Transaction adalah transaksi di mana pihak lawan terikat kontrak untuk memberikan surat. berharga komoditas atau sejumlah valuta terhadap kas instrumen keuangan lainnya atau komoditas atau. sebaliknya pada tanggal settlement atau tanggal pengiriman yang secara kontraktual ditetapkan lebih dari. nilai minimum dari standar pasar untuk instrumen tertentu dan lima hari kerja setelah tanggal dimana bank. mulai melakukan transaksi,Jumlah eksposur alpha RC PFE dimana. RC replacement cost dan,PFE jumlah potential future exposure.
6 2 SA CCR hanya dapat digunakan untuk OTC derivatif exchange traded derivatives dan long. settlement transactions SFTs Securities Financing Transactions misalnya Repo dan Reverse Repo. tunduk pada perlakuan yang ditetapkan menurut teknik mitigasi kredit pada SE BI No 13 6 DPNP. EAD harus dihitung secara terpisah untuk setiap netting set. 6 3 Komponen replacement cost RC dan potential future exposure PFE dihitung secara berbeda. untuk netting set yang bersifat margined dan unmargined EAD untuk margined netting set dibatasi. pada EAD dalam netting set yang sama yang dihitung secara unmargined. RC dan NICA, 6 4 Untuk unmargined transactions RC bertujuan untuk mencakup kerugian yang akan terjadi jika. counterparty default dan transaksi di closeout saat itu juga PFE add on merupakan potensi. peningkatan konservatif dari eksposur selama jangka waktu satu tahun dari sekarang yakni tanggal. perhitungan, 6 5 Untuk margined trades RC bertujuan untuk mencakup kerugian yang akan terjadi jika. counterparty default pada saat ini atau pada waktu mendatang dengan asumsi bahwa closeout dan. replacement of transactions terjadi secara instan Namun mungkin terdapat jangka waktu margin. period of risk antara pertukaran agunan yang terakhir sebelum default dengan replacement of the. trades di pasar PFE add on merupakan potensi perubahan nilai transaksi selama periode tersebut. 6 6 Haircut yang berlaku untuk jaminan non kas dalam perumusan replacement cost merupakan. potensi perubahan nilai agunan selama jangka waktu yang sesuai satu tahun untuk unmargined. trades dan margin period of risk untuk margined trades. 6 7 Replacement cost dihitung pada tingkat netting set sedangkan PFE add ons dihitung untuk. setiap kelas aset dalam setiap netting set dan kemudian diagregasikan. 6 8 Untuk tujuan kecukupan modal bank hanya dapat melakukan netting misalnya ketika. menentukan komponen RC dari netting set dengan ketentuan bahwa kewajiban antara bank dan. counterparty untuk memberikan suatu mata uang pada value date tertentu secara otomatis. digabungkan dengan seluruh kewajiban lainnya untuk mata uang dan value date yang sama. sehingga secara hukum mengganti suatu jumlah tunggal untuk kewajiban kewajiban bruto. sebelumnya Bank juga dapat melakukan netting tergantung pada bentuk sah secara hukum dari. bilateral netting yang tidak tercakup dalam kalimat sebelumnya termasuk bentuk lain dari novasi. Dalam setiap kasus seperti dimana netting diterapkan bank harus memenuhi pengawas nasional. bahwa bank tersebut memiliki, i Kontrak netting dengan counterparty atau perjanjian lain yang menciptakan kewajiban hukum. tunggal yang mencakup semua transaksi sehingga bank akan memiliki sebuah klaim untuk. menerima atau kewajiban untuk membayar hanya jumlah bersih dari nilai mark to market positif. dan negatif pada transaksi individu pada saat counterparty gagal untuk memenuhi kewajibannya. karena salah satu dari berikut ini default kebangkrutan likuidasi atau kondisi serupa3. Kontrak netting tidak harus mengandung klausul yang dalam hal terjadi default pada counterparty. memungkinkan counterparty yang tidak default untuk melakukan pembayaran terbatas saja atau tidak ada. pembayaran sama sekali kepada counterparty yang default bahkan apabila counterparty tersebut adalah net. ii Legal review yang tertulis dan kuat dimana dalam hal terjadi legal challenge pengadilan dan. otoritas administratif yang relevan akan dapat menentukan eksposur bank menjadi jumlah net. berdasarkan, Hukum dari yurisdiksi di mana counterparty berkedudukan dan jika cabang asing dari. counterparty terlibat juga berdasarkan hukum dari yurisdiksi di mana cabang tersebut. berkedudukan,Hukum yang mengatur transaksi individu dan.
Hukum yang mengatur kontrak atau perjanjian yang diperlukan untuk melakukan netting. Pengawas nasional setelah berkonsultasi dengan pengawas lain yang relevan harus yakin bahwa. netting tersebut dapat diterapkan berdasarkan hukum dari masing masing yurisdiksi yang relevan4. iii Prosedur untuk memastikan bahwa karakteristik hukum dari perlakuan netting secara terus. menerus dilakukan review mengingat adanya kemungkinan perubahan dalam hukum yang relevan. 6 9 Ada dua perhitungan untuk replacement cost bergantung pada apakah transaksi dengan. counterparty tunduk pada margin agreement Apabila terdapat margin agreement perhitungan. tersebut dapat berlaku baik untuk transaksi bilateral maupun hubungan dengan central clearing. Perhitungan tersebut juga telah memperhitungkan berbagai perlakuan dimana bank mungkin harus. menyerahkan dan atau menerima jaminan yang dapat disebut sebagai initial margin. Exposure at Default dalam SA EAD alpha RC PFE dimana alpha sama dengan 1 4 Bagian dari PFE terdiri dari multiplier yang memungkinkan pengakuan jaminan yang berlebih secara parsial dan aggregate add on yang berasal dari add ons untuk setiap kelas aset yaitu suku bunga valuta asing dan kredit 1 2 2 Metodologi untuk menghitung add ons untuk setiap kelas aset bergantung pada konsep

Related Books