BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2 1 Fungi Fusarium oxysporum

Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Fungi Fusarium Oxysporum-Free PDF

  • Date:14 Mar 2020
  • Views:23
  • Downloads:0
  • Pages:14
  • Size:732.65 KB

Share Pdf : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Fungi Fusarium Oxysporum

Download and Preview : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Fungi Fusarium Oxysporum


Report CopyRight/DMCA Form For : Bab Ii Tinjauan Pustaka 2 1 Fungi Fusarium Oxysporum


Transcription:

Menurut Frisvad Filtenborg 1995 fungi F oxysporum memiliki 3 alat. reproduksi yaitu mikrokonidia terdiri dari 1 2 sel makrokonidia 3 5 septa. dan klamidospora Makrokonidia berbentuk melengkung panjang dengan ujung. mengecil dan mempunyai satu atau tiga buah sekat Mikrokonidia merupakan. konidia bersel 1 atau 2 dan paling banyak dihasilkan di setiap lingkungan bahkan. pada saat patogen berada dalam pembuluh inangnya Makrokonidia mempunyai. bentuk yang khas melengkung seperti bulan sabit terdiri dari 3 5 septa dan. biasanya dihasilkan pada permukaan tanaman yang terserang lanjut. Klamidospora memiliki dinding tebal dihasilkan pada ujung miselium yang sudah. tua atau didalam makrokonidia terdiri 1 2 septa dan merupakan fase atau spora. bertahan pada lingkungan yang kurang baik Menurut Susetyo 2010 miselium. F oxysporum mulanya berwarna putih keruh kemudian menjadi kuning pucat. merah muda pucat sampai keunguan, Fungi Fusarium oxysporum hidup sebagai parasit dan saprofit pada bagian. pembuluh tanaman sehingga tanaman menjadi mati karena toksik Sastrahidayat. 1989 Fungi menginfeksi akar terutama melalui luka menetap dan berkembang. di berkas pembuluh Setelah jaringan pembuluh mati dan keadaan udara lembab. fungi membentuk spora yang berwarna putih keunguan pada akar yang terinfeksi. Penyebaran spora dapat terjadi melalui angin air pengairan dan alat pertanian. Semangun 2001, Fungi Fusariumoxysporum mengalami 2 fase dalam siklus hidupnya. yakni patogenesis dan saprogenesis Patogen F oxysporum hidupnya sebagai. parasit pada tanaman inang yang masuk melalui luka pada akar dan berkembang. Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. dalam jaringan tanaman yang disebut sebagai fase patogenesa sedangkan pada. fase saprogenesa merupakan fase bertahan yang diakibatkan tidak adanya inang. hidup sebagai saprofit dalam tanah dan sisa sisa tanaman dan menjadi sumber. inokulum untuk menimbulkan penyakit pada tanaman yang lain Agrios 1996. Patogen menginfeksi pada akar terutama melalui luka luka Bila luka telah. menutup patogen berkembang sebentar dalam jaringan parenkim lalu menetap. dan berkembang dalam bekas pembuluh Penularan penyakit melalui bibit. terinfeksi pemindahan bibit angin air tanah terinfeksi permukaan air drainase. pembuluh luka karena serangga alat pertanian dan lain lain Semangun 2001. Di dalam tanah fungi Fusarium sp dapat bertahan sebagai parasit pada tanaman. gulma yang bukan inangnya Ujung akar atau bagian permukaan rizoma yang luka. merupakan daerah awal utama dari infeksi Wahyu 2012. 2 1 2 Gejala Penyakit Layu Fusarium, Layu fusarium umumnya terjadi pada pertengahan musim panas ketika. temperatur udara dan tanah tinggi Awal terbentuknya penyakit tanaman tersebut. adalah perubahan warna daun yang paling tua menjadi kekuningan daun yang. dekat dengan tanah Seringkali perubahan warna menjadi kekuningan terjadi. pada satu sisi tanaman Daun yang terinfeksi akan layu dan mengering tetapi. tetap menempel pada tanaman Kelayuan berlanjut ke bagian daun yang lebih. muda dan tanaman akan segera mati Batang tanaman akan tetap keras dan hijau. pada bagian luar tetapi pada jaringan vaskular tanaman terjadi diskolorisasi. berupa luka sempit berwarna coklat Yuniarti 2010, Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. Infeksi Fusarium oxysporum terjadi pada bagian jaringan pembuluh. xylem Akibat gangguan pada jaringan xylem tanaman menunjukkan gejala layu. daun mengering dan akhirnya mati Gejala layu sering disertai gejala klorosis dan. nekrosis pada daun Gejala yang terjadi pada tanaman cabai merah yang terserang. penyakit layu fusarium adalah menguningnya daun dari tepi daun selanjutnya. menjadi coklat dan mati secara perlahan hingga tulang daun Hal tersebut. disebabkan patogen menginfeksi tanaman melalui luka pada akar dan masuk. kedalam jaringan xylem melalui aktivitas air sehingga merusak dan menghambat. proses menyebarnya air dan unsur hara keseluruhan bagian tanaman terutama. pada bagian daun yang tua Semangun 2001, Gejala lain pada organ daun yaitu perubahan bentuk dan ukuran ruas daun.
yang baru muncul lebih pendek Gejala yang paling khas adalah gejala pada. bagian dalam Jika pangkal batang terlihat garis garis cokelat kehitaman menuju. ke semua arah dari batang ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal daun. dan tangkai Berkas pembuluh akar biasanya tidak berubah warnanya namun. seringkali akar tanaman sakit berwarna hitam dan membusuk Pada tanaman yang. masih sangat muda penyakit fusarium dapat menyebabkan matinya tanaman. secara mendadak karena pada pangkal batang terjadi kerusakan Semangun. Infeksi patogen menyebabkan gejala busuk akar yang berwarna cokelat. kemerah merahan yang seringkali diselimuti fungi cendawan berwarna keputih. putihan Tanaman yang terinfeksi Fusariumsp mudah dicabut karena sebagian. akarnya membusuk Nugraheni 2010, Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. 2 1 3 Faktor faktor yang Mempengaruhi Penyakit Layu Fusarium. Faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit layu fusarium antara. lain temperatur kelembaban tanah yang rendah panjang hari yang pendek. intensitas cahaya yang rendah nutrisi dan pH yang rendah Nugroho 2013. Penyakit berkembang pada temperatur tanah 21o 33o C temperatur optimumnya. adalah 28o C Semangun 2001 Kelembaban tanah yang diinginkan sesuai dengan. tanaman inangnya Kelembaban tanah yang diinginkan sangat rendah atau tinggi. dapat menahan pertumbuhan tanaman dan juga perkembangan penyakit layu. fusarium Mahrotra 1980,2 2 Fungi Colletotrichum capsici. 2 2 1 Deskripsi Colletotrichum capsici, Fungi Colletotrichum capsici merupakan penyebab penyakit antraknosa. yang sering dijumpai pada tanaman cabai Menurut Munawaroh 2013 penyakit. tersebut dapat menurunkan hasil panen cabai 84 jelas hal ini sangat merugikan. petani cabai Udara yang lembab dapat mempercepat berkembangnya penyakit. antraknosa Semangun 2001, Menurut Singh 1998 klasifikasi fungi Colletotrichum capsici sebagai. Kingdom Fungi,Divisio Ascomycotina,Classis Pyrenomycetes.
Ordo Sphaeriales,Family Polystigmataceae, Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. Genus Colletotrichum,Species Colletotrichumcapsici. Gambar 2 2 Colletotrichum capsici,Sumber Yulianty 2006. Fungi Colletotrichum capsici sebagai patogen penyakit antraknosa dapat. menyerang setiap bagian tanaman Fungi C capsici dapat menginfeksi cabang. ranting dan buah Infeksi pada buah biasanya terjadi pada buah yang menjelang. tua Rusli et al 1997, Fungi C capsici memiliki miselium yang terdiri dari beberapa septa intra. dan intaseluler hifa Aservulus berbentuk hemispirakel dengan ukuran 70 120. m Seta menyebar berwarna coklat gelap sampai coklat muda seta terdiri dari. beberapa septa Konidiofor tidak bercabang konidia nampak berwarna kemerah. merahan Konidia berbentuk tabung membengkok dan tumpul Konidia dapat. berkecambahan di dalam air selama 4 jam namun konidia lebih cepat. berkecambah pada permukaan buah yang hijau atau tua dari pada di dalam air. Singh 1998, Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017.
Pertumbuhan awal fungi C capsici membentuk koloni miselium yang. berwarna putih dengan miselium yang timbul di permukaan Kemudian secara. perlahan lahan berubah menjadi hitam dan akhirnya berbentuk aservulus. Aservulus ditutupi oleh warna merah muda sampai coklat muda yang sebetulnya. adalah tempat pembentukan konidia Rusli et al 1997. 2 2 2 Gejala Serangan Penyakit Antraknosa, Fungi Colletotrichum sp dapat menginfeksi cabang ranting dan buah. Infeksi pada buah biasanya terjadi pada buah yang menjelang tua Gejala diawali. berupa bintik bintik kecil yang berwarna kehitam hitaman dan sedikit melekuk. Serangan lebih lanjut mengakibatkan buah mengerut kering membusuk dan jatuh. Rusli et al 1997, Penyakit yang sering menyerang tanaman cabai adalah penyakit busuk. buah yang disebabkan oleh C capsici Penyakit tersebut biasanya menyerang. buah menjadi busuk selain itu dapat menyerang pucuk dan ranting sehingga. pucuk dan tunas menjadi mati Yulianty 2006, Tahap awal dari infeksi Coletotrichum umumnya terdiri dari konidia dan. germinasi pada permukaan tanaman dan menghasilkan tabung kecambah Setelah. penetrasi maka akan terbentuk jaringan hifa Hifa intra dan intraseluler menyebar. melalui jaringan tanaman Spora Coletotrichum dapat disebabkan oleh air hujan. dan pada inang yang cocok akan berkembang dengan cepat Kronstad 2000. Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. 2 2 3 Faktor yang Mempengaruhi Penyakit Antraknosa. Penyakit antraknosa yang sering menyerang tanaman cabai distimulir oleh. kondisi lembab dan suhu relatif tinggi Penyakit antraknosa dapat menyebabkan. kerusakan sejak dari persemaian sampai tanaman cabai berbuah dan merupakan. masalah utama pada buah masak serta berakibat serius terhadap penurunan hasil. dan penyebaran penyakit Kehilangan hasil pada tanaman cabai akibat serangan. antraknosa dapat mencapai 84 pada saat musim hujan Munawaroh 2013. Pertumbuhan Colletotrichum capsici sangat dipengaruhi faktor faktor lingkungan. Fungi ini tumbuh optimal pada pH 5 namun pada pH 4 dan 8 fungi C capsici. tumbuh tidak maksimal,2 3 BakteriBacillus cereus, Menurut Gordon 1973 klasifikasi bakteri Bacillus cereus adalah. Kingdom Bacteria,Phylum Firmicutes,Classis Bacillia.
Ordo Bacillales,Family Bacillaceae,Genus Bacillus,Species Bacillus cereus. Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. Gambar 2 3 Bacillus cereus,Sumber Supriyadi et al 2015. Bakteri Bacillus cereus merupakan mikroba flora normal pada saluran. pencernaan ayam Green et al 1989 Bakteri B cereus tergolongan bakteri. Gram positif bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet saat proses. pewarnaan Gram aerob fakultatif dapat menggunakan oksigen tetapi dapat juga. menghasilkan energi secara anaerobik dan dapat membentuk spora endospora. Selnya berbentuk batang besar bacillus dan sporanya tidak membengkakkan. sporangiumnya Bacillus cereus adalah bakteri pembentuk spora yang tergolong. ke dalam famili Bacilllaceae Spora B cereus tahan terhadap panas dan radiasi. Bakteri ini bersifat katalase positif dan kebanyakan Gram positif serta mempunyai. enzim proteolitik Fardiaz 1992 Menurut Jawetz et al 1995 bakteri Bacillus. cereus adalah organisme saprofit berbentuk batang gram positif pembentuk spora. non patogen yang biasanya ditemukan dalam air udara debu tanah dan sedimen. Bakteri B cereusjuga memproduksi enterotoksin dan metaboli metabolit. lainnya Tidak memproduksi indol dapat menggunakan sitrat sebagai sumber. karbon mereduksi nitrat tidak memproduksi urease dan penisilinase dapat. tumbuh secara anaerobik di dalam media cair yang mengandung 1 glukosa. Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. serta tahan terhadap lisozim Supardi Sukamto 1999 Bakteri B cereus. biasanya menghidrolisis amilum kasein dan gelatin Bakteri B cereus dapat. tumbuh pada suhu 5 45 oC dengan suhu optimal antara 30 37 oC Fardiaz. Bakteri B cereusdapat menekan pertumbuhan fungi atau bakteri lain. dengan antibiotik maupun dengan kompetisi nutrien Bakteri tersebut memiliki. siklus hidup meliputi sporulasi dormansi dan perkecambahan spora Sel. berbentuk batang berukuran 0 3 2 2 x 1 2 7 0 m dan mempunyai flagel. Pelczar Chan 1988,2 4 Pengendalian hayati, Menurut Soesanto 2008 definisi pengendalian hayati adalah perbuatan. parasitoid predator dan patogen dalam memelihara kepadatan populasi. organisme Beberapa mekanisme pengendalian hayati antara lain adalah sebagai. 1 Antagonisme, Menrut Soesanto 2008 antagonis adalah mikroorganisme yang. mempunyai pengaruh yang merugikan terhadap mikroorganisme lain yang. tumbuh dan berasosiasi dengannya antagonisme meliputi. a Antibiosis sebagai hasil dari pelepasan antibiotika atau senyawa kimia yang. lain oleh mikroorganisme dan berbahaya bagi OPT, b Paratisme merupakan mekanisme memparasitasi suatu mikroorganisme.
terhadap mikroorganisme lain yang hidup secara berdampingan Salah satu. Potensi Antifungal Bakteri Dian Aulia Muamalah FKIP UMP 2017. contoh mekanisme ini adalah biokontrol Pyricularia grisea yang. menyebabkan penyakit blas leher pada tanaman padi, c Kompetisi merupakan mekanisme persaingan antara dua atau lebih. mikroorganisme yang hidup pada sumber nutrisi sama yang jumlahnya. terbatas Siderofor merupakan salah satu contoh mekanisme ini Siderofor. merupakan senyawa yang disekresikan oleh mikroorganisme sebagai respon. kurangnya ketersediaan ion besi di dalam tanah pengikat Fe3 dan. menginduksi ketahanan tanaman, d Lytic enzyme Enzim litik yang disekresikan oleh mikroorganisme dapat. menghidrolisis senyawa polimer termasuk kitin protein selulosa. hemiselulosa dan DNA Lysobacter dan Myxobacteria mampu memproduksi. enzim litik yang efektif untuk menekan atau membunuh jamur patogen. tanaman Enzim kitinolisis merupakan salah satu enzim yang menguraikan. 2 Ketahanan Terimbas, Ketahanan terimbas adalah ketahanan yang berkembang setelah tanaman. diinokulasi lebih awal dengan elisitor biotik mikroorganisme avirulen non. patogenik saprofit dan elisitor abiotik asam salisilik asam 2 kloroetil fosfonik. Kacang buncis yang diimbas dengan Colletotrichum lindemuthianum ras non. patogenik menjadi tahan terhadap ras patogeni Soesanto 2008. 2 4 1 Antifungal, Antifungal adalah suatu bahan yang dapat mengganggu pertumbuhan dan. Fungi Colletotrichum capsici sebagai patogen penyakit antraknosa dapat menyerang setiap bagian tanaman Fungi C capsici dapat menginfeksi cabang ranting dan buah Infeksi pada buah biasanya terjadi pada buah yang menjelang tua Rusli et al 1997 Fungi C capsici memiliki miselium yang terdiri dari beberapa septa intra dan intaseluler hifa

Related Books