ANALISA PERHITUNGAN KEKUATAN PERANCAH TERHADAP WAKTU

Analisa Perhitungan Kekuatan Perancah Terhadap Waktu-Free PDF

  • Date:06 Mar 2020
  • Views:155
  • Downloads:20
  • Pages:52
  • Size:2.67 MB

Share Pdf : Analisa Perhitungan Kekuatan Perancah Terhadap Waktu

Download and Preview : Analisa Perhitungan Kekuatan Perancah Terhadap Waktu


Report CopyRight/DMCA Form For : Analisa Perhitungan Kekuatan Perancah Terhadap Waktu


Transcription:

AIYALISA PERIIITUNGAN KEKUATAN PERANCAH,TERHADAP WAKTU SIKLUS PENGECORAN LANTAI. T TT K MEMENUHI KEAMANAN STRUKTUR BANGUNAN,Disusun Oleh. BANSUIL pOLOKSARTqU,NIM 14 811 0054,Disetujui Oleh. Pembimbing I Pembimbing II,Ir H Edy ermanto MT,Diketahui Oleh. Dekan Fakultas Teknik Teknik Sipil,lPlii n Ir Armansyah Gintingo M Eng.
UNIVERSITAS MEDAN AREA,UNIVERSITAS MEDAN AREA, Bekisting dan perancah merupakan struktur sementara karena sampai batas waktu. tertentu akan dibongkar Namun sering kali ditemukan adanya kegagalan. bekisting maupun perancah akibat kurangnya perhatian pada saat perencanaan dan. pelaksanaan Pada pelaksanaan gedung bertingkat perlu direncanakan jenis. bekisting dan perancah yang digunakan jumlah penyediaan dan siklus pengecoran. sehingga pelaksanaannya sesuai dengan mutu biaya dan waktu yang. direncanakan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah tipe dan jenis. scaffolding yang digunakan mampu memikul beban beban yang terjadi saat siklus. pengecoran berlangsung Berdasarkan hasil analisa diperoleh beban total yang. terjadi saat siklus pengecoran 5 hari sebesar sebesar 2 168 55 kg lebih besar dari. kemampuan scaffolding sebesar 2 000 kg pada siklus 7 hari pengecoran sebesar. 1 860 20 kg lebih kecil dari kemampuan scaffolding sebesar 2 000 kg dan pada. siklus 10 hari pengecoran sebesar 1 591 43 kg lebih kecil dari kemampuan. scaffolding sebesar 2 000 kg, Kata kunci Bekisting perancah scaffolding siklus pengecoran. UNIVERSITAS MEDAN AREA, Formwork and shores are temporary structure and will be removed until the. concrete has the ability to be self supporting Formwork and shores failures are. too often made without the benefit of proper analysis of the structural and. construction method In multistory cast in place concrete building construction is. necessary to consider the type of formwork and shores system floor level and the. cycle time regarding quality cost and time This study was conducted to know. whether the scaffolding has the ability to support freshly cast floors until decision. regarding the removal of forms and relocation of the shores Based on the. analysis result construction load distribution during 5 days of cycle time is. 2 168 55 kg bigger than scaffolding maximum load capacity 2 000 kg during 7. days cycle time is 1 860 20 kg less than scaffolding maximum load capacity. 2 000 kg during 10 days cycle time is 1 591 43 kg less than scaffolding. maximum load capacity 2 000 kg,Keywords Formwork shores scaffolding cycle time. UNIVERSITAS MEDAN AREA,KATA PENGANTAR, Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena.
berkat rahmat dan karunia Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi. ini dengan judul Analisa Perhitungan Kekuatan Perancah Terhadap Waktu. Siklus Pengecoran Lantai Untuk Memenuhi Keamanan Struktur Bangunan. Penulisan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar. Sarjana Teknik S T program studi Teknik Sipil Universitas Medan Area. Dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan bimbingan serta. dukungan dari berbagai pihak Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis. dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada. Bapak Prof Dr Dadan Ramdan M Eng M sc sebagai Rektor Universitas. Medan Area, Bapak Prof Dr Armansyah Ginting M Eng sebagai Dekan Fakultas Teknik. Bapak Ir Kamaluddin Lubis MT sebagai Ketua Program Studi Teknik Sipil. Bapak Ir H Edy Hermanto MT sebagai Pembimbing I, Bapak Ir Kamaluddin Lubis MT sebagai Pembimbing II. PT Beton Perkasa Wijaksana yang telah mengijinkan dan memberikan setiap. data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini, Proyek Manhattan Mall and Condominium Medan yang telah mengijinkan dan. memberikan setiap data yang diperlukan dalam penyusunan skripsi ini. Berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan serta berbagai. pengalaman dalam proses penyusunan skripsi ini,UNIVERSITAS MEDAN AREA. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua dalam menambah. wawasan dan pengetahuan tentang bekisting dan perancah. Medan Juli 2018,UNIVERSITAS MEDAN AREA,DAFTAR ISI,HALAMAN JUDUL i.
HALAMAN PENGESAHAN ii,HALAMAN PERNYATAAN iii,ABSTRAK iv. ABSTRACT v,KATA PENGANTAR vi,DAFTAR ISI viii,DAFTAR TABEL x. DAFTAR GAMBAR xi,BAB I PENDAHULUAN 1,1 1 Latar Belakang 1. 1 2 Maksud dan Tujuan Penelitian 4,1 3 Rumusan Masalah 4. 1 4 Pembatasan Masalah 4,BAB II TINJAUAN PUSTAKA 5.
2 1 Bekisting Formwork 5,2 2 Tipe dan Jenis Bahan Bekisting Formwork 7. 2 3 Perancah Shore 14,2 4 Tipe dan Jenis Bahan Perancah Shore 15. 2 5 Waktu Siklus Cycle Time 25,2 6 Beban Konstruksi 28. UNIVERSITAS MEDAN AREA,2 7 Distribusi Beban Konstruksi 29. BAB III METODE PENELITIAN 32,3 1 Deskripsi Penelitian 32.
3 2 Lokasi Penelitian 33,3 3 Teknik Pengumpulan Data 34. 3 4 Teknik Pengolahan Data 37,3 5 Kerangka Berpikir 39. BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 40,4 1 Beban Struktur 40. 4 2 Perhitungan Pembebanan 41, 4 2 1 Pembebanan pada saat pengecoran lantai pertama 41. 4 2 2 Pembebanan pada saat pengecoran lantai kedua 42. 4 2 3 Pembebanan pada saat pengecoran lantai ketiga 44. 4 2 4 Pembebanan pada saat pengecoran lantai keempat 48. 4 3 Perhitungan Kekuatan Scaffolding 51,4 3 1 Siklus pengecoran 5 hari 52.
4 3 2 Siklus pengecoran 7 hari 54,4 3 3 Siklus pengecoran 10 hari 55. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 58,5 1 Kesimpulan 58,5 2 Saran 58. DAFTAR PUSTAKA 59,UNIVERSITAS MEDAN AREA,DAFTAR TABEL. Tabel 2 1 Klasifikasi kayu di Indonesia 10, Tabel 2 2 Nilai nilai tegangan ijin kayu dan modulus elastisitasnya 11. Tabel 2 3 Ukuran perancah kayu dan bambu 16, Tabel 2 4 Waktu minimum pembongkaran bekisting dan perancah 28.
Tabel 2 5 Perbandingan kekuatan tekan beton pada berbagai umur 31. Tabel 4 1 Hasil beban akhir yang terjadi pada scaffolding 57. UNIVERSITAS MEDAN AREA,DAFTAR GAMBAR,Gambar 2 1 Bekisting pelat lantai dan balok 5. Gambar 2 2 Bekisting konvensional tradisional dengan kayu dan bambu 8. Gambar 2 3 Bekisting semi modern dengan kayu dan horry beam 8. Gambar 2 4 Bekisting modern dengan slab table Variodeck 9. Gambar 2 5 Kayu broti untuk konstruksi bekisting 10. Gambar 2 6 Plywood phenolic untuk konstruksi bekisting 11. Gambar 2 7 Bekisting Aluma easy deck berbahan aluminium 12. Gambar 2 8 Bekisting Peri handset berbahan baja 13. Gambar 2 9 Bekisting kolom MFG fiberglass 14,Gambar 2 10 Perancah kayu dan bambu 15. Gambar 2 11 Perancah jenis baja scaffolding 17,Gambar 2 12 Tipe main frame scaffolding 18. Gambar 2 13 Tipe cross brace scaffolding 19,Gambar 2 14 Joint pin scaffolding 20. Gambar 2 15 Adjustable base jack scaffolding 20,Gambar 2 16 U head jack scaffolding 21.
Gambar 2 17 Peri up shoring 22,Gambar 2 18 Standard UVR Peri up shoring 23. Gambar 2 19 Ledger UH Peri up shoring 23,Gambar 2 20 PD 8 shoring 24. Gambar 2 21 Frame PD 8 shoring 24,Gambar 2 22 Tahap tipikal siklus konstruksi 26. UNIVERSITAS MEDAN AREA, Gambar 2 23 Tahap tipikal siklus konstruksi tingkat tiga 30. Gambar 3 1 Perkembangan pembangunan gedung tinggi di kota Medan 32. Gambar 3 2 Proyek Manhattan Time Square 33, Gambar 3 3 Lokasi penelitian proyek Manhattan Time Square Medan 34.
Gambar 3 4 Struktur bangunan proyek Manhattan Time Square Medan 35. Gambar 3 5 Zona pengecoran proyek Manhattan Time Square Medan 36. Gambar 3 6 Metode satu shoring dan dua reshoring 37. Gambar 3 7 Metode dua shoring dan satu reshoring 38. Gambar 3 8 Metode dua shoring dan dua reshoring 38. Gambar 4 1 Dimensi struktur balok 40, Gambar 4 2 Distribusi beban pada saat pengecoran lantai pertama 41. Gambar 4 3 Distribusi beban pada saat pengecoran lantai kedua 42. Gambar 4 4 Distribusi beban pada saat pengecoran lantai ketiga 45. Gambar 4 5 Distribusi beban pada saat pengecoran lantai keempat 48. Gambar 4 6 Tampak potongan pemasangan scaffolding 52. Gambar 4 7 Distribusi beban pada scaffolding siklus 5 hari 52. Gambar 4 8 Pemodelan distribusi beban pada scaffolding siklus 5 hari 53. Gambar 4 9 Beban akhir yang harus dipikul scaffolding siklus 5 hari 53. Gambar 4 10 Distribusi beban pada scaffolding siklus 7 hari 54. Gambar 4 11 Pemodelan distribusi beban pada scaffolding siklus 7 hari 54. Gambar 4 12 Beban akhir yang harus dipikul scaffolding siklus 7 hari 55. Gambar 4 13 Distribusi beban pada scaffolding siklus 10 hari 55. Gambar 4 14 Pemodelan distribusi beban pada scaffolding siklus 10 hari 56. Gambar 4 15 Beban akhir yang harus dipikul scaffolding siklus 10 hari 56. UNIVERSITAS MEDAN AREA,PENDAHULUAN,1 1 Latar Belakang. Bekisting formwork merupakan sarana yang digunakan untuk mencetak. beton dan perancah shore sebagai penopangnya Material bekisting dan. perancah bisa berupa kayu lapis multiplek balok kayu aluminium dan baja Pada. umumnya bahan bangunan struktur gedung bertingkat menggunakan bahan dari. campuran beton yang dicor di tempat cast in situ karena mempunyai. keunggulan seperti mudah dibentuk Dalam metode pengecoran di tempat. bekisting formwork dan perancah shore disiapkan sepenuhnya di lapangan. Perkerasan beton secara alamiah menuntut waktu tertentu sampai tiba saatnya. membongkar bekisting dan perancah Pada pelaksanaan konstruksi elemen. bangunan seperti pelat lantai dan balok pada bangunan gedung yang masih. merupakan beton segar biasanya akan tetap disokong dengan perancah sampai. struktur beton tersebut sanggup menahan bebannya sendiri. Bekisting dan perancah merupakan struktur sementara karena sampai batas. waktu tertentu akan dibongkar Struktur sementara tersebut sebagai alat. penghubung antara desain dan pelaksanaan konstruksi Struktur struktur. permanen tidak akan bisa dibangun tanpa struktur struktur sementara tersebut. Meskipun bekisting dan perancah memiliki banyak komponen pendukung namun. pada kondisi di lapangan sering kali ditemukan adanya kegagalan bekisting. maupun perancah akibat kurangnya perhatian pada saat perencanaan dan. pelaksanaan Runtuhnya konstruksi bekisting dan perancah dapat disebabkan oleh. kurangnya stabilitas beban berlebih terhadap konstruksi bekisting dan perancah. UNIVERSITAS MEDAN AREA, kurangnya keahlian material sudah usang tumbukan hentakan dan getaran saat. berlangsungnya pengecoran beton Runtuhnya bekisting dan perancah dapat. membuat pekerja konstruksi tertunda kerugian materi bahkan hilangnya nyawa. Untuk menghindari terjadinya kegagalan bekisting dan perancah akibat. beban beban yang bekerja dan faktor lainnya maka sebuah konstruksi bekisting. dan perancah harus memenuhi syarat kekuatan kekakuan dan stabilitas Bekisting. dan perancah dikatakan kuat apabila saat menerima beban beban yang bekerja. material bekisting dan perancah tidak patah Kekuatan bekisting dan perancah. menjadi komponen utama dalam menghasilkan kualitas dimensi struktur yang. sesuai dengan rencana Bekisting dan perancah dikatakan kaku apabila saat. menerima beban beban yang bekerja material bekisting dan perancah tidak. berubah bentuk Bekisting dan perancah juga harus stabil agar saat menerima. beban beban yang bekerja bekisting dan perancah tidak runtuh. Pada pelaksanaan struktur atas superstructure bangunan gedung bertingkat. merupakan proses yang berulang sehingga untuk memenuhi aspek kecepatan. konstruksi diperlukan sejumlah bekisting dan perancah Menurut Wigbout 1992. bahwa periode siklus bekisting dan perancah yang sedang berfungsi mencakup. serangkaian kurun waktu durasi untuk a Pemasangan bekisting dan perancah. b Pemasangan pembesian c Pengecoran beton d Pengerasan beton e. Pembongkaran bekisting dan perancah sebagian atau seluruhnya dan f. Pemindahan bekisting perancah sebagian atau seluruhnya Sementara itu periode. siklus pengecoran beton lantai adalah durasi dari pemasangan bekisting dan. perancah sampai pengecoran beton Semakin cepat siklus pengecoran beton. makin besar keperluan jumlah bekisting dan perancah Oleh karena itu waktu. UNIVERSITAS MEDAN AREA, siklus cycle time tersebut perlu dipertimbangkan pada pekerjaan bekisting dan. Dalam siklus bekisting dan perancah terdapat aspek penting yaitu biaya. kecepatan keselamatan dan kualitas Waktu siklus pengecoran lantai merupakan. bagian dari aspek kecepatan sehingga bila tidak direncanakan dengan baik akan. berdampak pada aspek lainnya Banyak juga kegagalan atau keruntuhan struktur. bangunan yang berkaitan dengan pembongkaran bekisting dan perancah yang. terlalu awal karena keterbatasan waktu, Kecepatan waktu siklus pengecoran lantai dipengaruhi oleh ketersediaan.
bekisting dan perancah serta aspek produksi sedangkan siklus bekisting dan. perancah dipengaruhi oleh kekuatan beton Selain itu dengan waktu siklus yang. cepat bekisting dan perancah akan mendukung beberapa tingkat lantai untuk. menahan beban beban konstruksi Sebagai akibatnya lantai yang paling bawah. harus dapat menahan distribusi beban konstruksi sehingga diperlukan kekuatan. yang cukup meskipun belum berumur 28 hari Kekuatan dari lantai beton muda. ini perlu dievaluasi untuk menentukan waktu siklus pengecoran lantai dan waktu. pembongkaran bekisting yang aman selama proyek berlangsung. Pemilihan sistem bekisting dan perancah juga merupakan suatu keputusan. yang penting pada proyek bangunan bertingkat karena dapat mempengaruhi. keselamatan dan kualitas konstruksi Saat ini bekisting dan perancah semi sistem. yang merupakan perkembangan dari bekisting konvensional mulai banyak di. Sarjana Teknik S T program studi Teknik Sipil Universitas Medan Area Dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis dengan senang hati menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof Dr Dadan Ramdan M Eng M sc sebagai Rektor Universitas

Related Books