06 BAB II MESIN BUBUT WordPress com

06 Bab Ii Mesin Bubut Wordpress Com-Free PDF

  • Date:12 Jan 2021
  • Views:0
  • Downloads:0
  • Pages:10
  • Size:5.02 MB

Share Pdf : 06 Bab Ii Mesin Bubut Wordpress Com

Download and Preview : 06 Bab Ii Mesin Bubut Wordpress Com


Report CopyRight/DMCA Form For : 06 Bab Ii Mesin Bubut Wordpress Com


Transcription:

5 Lemari atau kotak roda gigi untuk penyetelan pemilihan kecepatan poros. utama termasuk gerkan eretan membujur dan eretan melintang secara. 6 Eretan membujur,7 Eretan melintang,8 Eretan atas eretan kesil dengan pengikat pahat. 9 Support eretan asutan membujur, 10 Kepala lepas untuk memegangatau mengikat alat pembuat lubang oleh center. drill dan pengeboran benda kerja oleh bor Sumber Syamsudin 1999. 2 3 Cara Kerja Mesin Bubut, Benda diikat atau dipegang dengan suatu alat pemegang atau pengikat. yang disebut cekam atau chuck Cekam ditempatkan atau dipasang pada ujung. poros utama mesin bubut dengan sambungan pasak atau sambungan ulir. sehimgga benda kerja pada chuck ikut berputar pada saat mesin dijalankan Pahat. yang dipasang pada pengikat pahat disebut juga tool post. Tool post dapat bergerak sejsjar dengan garis hati benda kerja atau. membujur Alat ini dipasang diatas asutan eretan kecil yang diletakan diatas. asutan melintang cross slide dan keduanya dialetaklan diatas asutan membujur. yang disebut pula Support Karena pahat beserta tool post nya diletakan diatas. asutan melintang maka pahat dapat bergerak melintang dan membujur Jadi tebal. muka sayatan pahat dapat ditambah Sumber Syamsudin 1999. 2 4 Pekerjaan yang Dapat Dikerjakan Mesin Bubut, Adapun pekerjaan pekerjaan yang dikerjakan oleh mesin bubut antara lain. adalah sebagai berikut,1 Membubut rata atau membubut lurus.
2 Membubut muka atau meratakan ujung benda kerja facing. 3 Membubut tirus luar atau dalam,4 Membuat ulir kanan atau ulir kiri. 5 Eksentrik batang atau lubang,Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011. 6 Membuat alur berkeliling dan memotong, Pada gambar dibawah ini dapat dilihat bentuk bentuk benda kerja yang. dibuat oleh mesin bubut tersebut Meskipun ada juga kemampuan kemampuan. lain yang dapat dikerjakan oleh mesin tersebut Sumber Syamsudin 1999. http google indoteknik com 2011,Gambar 2 2 Hasil hasil dari pembuatan. 2 5 Membubut Tirus, Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial.
Penggolongan berikut yang umum digunakan, 1 Tirus Morse Banyak digunakan untuk tangkai gurdi leher dan pusat. pembubut Ketirusannya adalah 0 0502 mm mm 5 02, 2 Tirus Brown dan Sharp Terutama digunakan dalam memfris spindel mesin. 0 0417 mm mm 4 166, 3 Tirus Jarno dan Reed Digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan. perlengkapan penggurdi kecil Semua sistem mempunyai ketirusan 0 0500. mm mm 5 000 tetapi diameternya berbeda, 4 Pena tirus Digunakan sebagai pengunci Ketirusannya 0 0208 mm mm. Ketirusan luar yang teliti dapat dipotong pada sebuah pembubut dalam. beberapa cara, 1 Mesin kendali numeris yang dapat memotong kerucut sebagai hal yang biasa.
2 Dengan perlengkapan membubut tirus Perlengkapan yang diperlihatkan pada. gambar dibautkan pada punggung mesin bubut dan mempunyai batang. Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011, pemandu yang dapat dikunci pada sudut atau ketirusan yang diinginkan. Ketika kereta luncur bergerak sebuah peluncur diatas batang pahat bergerak. masuk dan keluar sesuai dengan penguncian dari batang. 3 Perletakan majemuk pada kereta luncur bubut seperti diperlihatkan pada. gambar Mempunyai dasar bulat dan dapat diputar ke sembarang sudut yang. diinginkan dari benda kerja Pahat kemudian dihantarkan kedalam benda kerja. dengan tangan Metode ini untuk ketirusan pendek,http google indoteknik com 2011. Gambar 2 5 Pembubutan tirus dengan menggunakan perlengkapan tirus. Untuk membuat tirus luar maupun dalam caranya sama yaitu dengan. menggunakan menggunakan eretan atas untuk tirus luar dan dalam dengan sudut. yang besar tidak dapat dilakukan dengan otomatis dengan menggunakan rumus. D diameter besar,d diameter kecil,P panjang tirus,Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011. Setelah diketahui tangen a maka besar sudut x dapat dilihat pada tabel. berikut ini,Tabel 2 1 Besar Sudut X,X Tg X Tg X X Tg X Tg X Tg X Tg X Tg. 1 11 194 21 383 31 600 41 869 51 1234 61 1804 71 2904 81 6313. 2 12 212 22 404 32 624 42 900 52 1279 62 1880 72 3077 82 7115. 3 13 230 23 424 33 649 43 932 53 1327 63 1962 73 3270 83 8114. 4 14 249 24 445 34 674 44 965 54 1378 64 2050 74 3487 84 9814. 5 15 267 25 466 35 700 45 1000 55 1428 65 2144 75 4010 85 1143. 6 16 286 26 487 36 726 46 1035 56 1482 66 2246 76 4331 86 1430. 7 17 305 27 509 37 753 47 1072 57 1540 67 2355 77 4704 87 1908. 8 18 324 28 531 38 781 48 1110 58 1600 68 2475 78 5144 88 2863. 9 19 344 29 554 39 809 49 7750 59 1664 69 2605 79 5144 89 5729. 10 20 364 30 577 40 839 50 1191 60 1732 70 2747 80 5671 90. Keterangan,Angka Tg didalam table untuk,X no 1 84 dalam per 1000 1000.
X no 85 89 dalam per 100 100,http google indoteknik com 2011. Gambar 2 5 Pembuatan Tirus Dengan Memutar Eretan Atas. Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011,2 6 Membubut Ulir. Pada umumnya bentuk ulir adalah segitiga atau V ulir metric dengan. sudut 60o dan ulir withworth 55o segi empat dan trapezium sudut ulir 29o. Cara membubut ulir segitiga adalah sebagai berikut. 1 Bubutlah diameter ulir, 2 Bubutlah alur pembebas sedalam atau lebih sedikit dari dalamnya ulir. 3 Pinggulah ujung dari benda kerja, 4 Serongkan eretan atas setengah dari sudut ulir yang akan dibuat dan pasanglah. pahat ulir,5 Ambillah mal ulir yang akan dibuat, 6 Tempatkanlah ujung pahat tegak lurus terhadap benda kerja.
7 Kencangkan baut baut penjepit bila pahat sudah sama tinggi dengan senter. dan lurus dengan benda kerja, 8 Tempatkan tuas tuas pengatur transporter menurut tabel sesuai dengan. banyaknya ulir yang akan dibuat, 9 Masukkan roda gigi agar mesin jalannya secara ganda. 10 Jalankan mesin dan kenakan ujung pahat sampai benda kerja tersentuh. 11 Hentikan mesin dan tariklah eretan kekanan, 12 Putarlah cincin pembagi sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada eretan. lintang dan tidak merubah kedudukannya, 13 Majukan eretan lintang 3 garis pada cincin pembagi maka pahat maju untuk. penyayatan, 14 Putar cincin pembagi sehingga angka 0 lagi dan eretan lintang tidak boleh.
15 Jalankan mesin, 16 Masukan tuas penghubung transporter pada waktu salah satu angka pada. penunjuk ulir bertepatan dengan angka 0, 17 Bila pahat sudah masuk pada pembebas putarlah kembali eretan lintang. sehingga pahat bebas dari benda kerja,18 Kembalikan eretan. 19 Hentikan mesin,Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011. 20 Periksalah jarak ulir dengan mal ulir yang sesuai dengan jumlah gangnya. 21 Kembalikan ujung pahat pada kedudukan semula dengan memutar eretan. lintang sehingga angka 0 segaris dengan angka 0 pada cincin pembagi. 22 Majukkan pahat ulir untuk penambahan penyayatan sebanyak 3 garis dengan. memutar eretan atas, 23 Kembalikan cincin pembagi pada angka 0 segaris dengan angka 0.
24 Jalankan mesin, 25 Hubungkan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada saat angka semula. berhadap dengan angka 0, 26 Lepaskan tuas penghubung bila ujung pahat sampai pada alur pembebas. sambil eretan lintang kebelakang, 27 Kembalikan eretan lintang pada kedudukan semula dengan tangan. 28 Lakukan berulang ulang seperti yang diterangkan dalam no 21 s d 27 sampai. selesai Sumber Unika Atma Jaya 1995,http google indoteknik com 2011. Gambar 2 6 Urutan Pembuatan Ulir,2 8 Prinsip Pahat Dan Perpahatan.
Dalam produksi adalah penting bahwa pekerjaan dilakukan sesingkat. mungkin Waktu yang dihabiskan dalam produksi adalah waktu penyetelan. penanganan benda kerja penanganan mesin dan waktu pemotongan Waktu. Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011, penyetelan dapat dikurangi dengan menyiapkan semua pahat yang diperlukan. dalam kondisinya dan siap dipakai, Waktu penanganan benda kerja yaitu waktu yang dipakai dalam. memasang atau melepaskan benda kerja Hal ini sangat tergantung kepada piranti. pemegang benda kerja Untuk pekerjaan batang maka waktu ini dikurangi dengan. menggunakan leher stok batang Waktu penanganan mesin adalah waktu yang. diperlukan dalam memasang masing masing perkakas pada tempatnya Bisa. dikurangi dengan menempatkan perkakas pada posisi dan urutan yang benar. sehingga memudahkan penggunaannya atau dengan melakukan pemotongan. kombinasi atau jamak jika memungkinkan, sumber http daryansangpemimpi blogspot com 2010 04 mesin bubut html. 2 7 Macam Pahat dan Kegunaannya, Agar sesuai dengan penggunaannya seperti kekerasan bahan bentuk dan. jenis benda kerja maka pahat bubut dibuat sedemikian rupa sehingga masing. masing memiliki spesifikasi lihat gambar dibawah ini. http google indoteknik com 2011,Gambar 2 6 Macam macam Bentuk Pahat Bubut.
1 Pahat kiri,2 Pahat papan,3 Pahat bubut kasar,4 Pahat potong. 5 Pahat bentu bulat,Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011. 6 Pahat pinggul kanan,7 Pahat alur,8 Pahat bubut muka. 2 8 Bentuk Pengasahan Pahat, Untuk menghasilkan pembubutan yang baik dan mengatasi keausan dari. mata pahat kita harus mengetahui cara pengasahan pahat yang ditujukkan pada. gambar 2 7,http google indoteknik com 2011,Gambar 2 7 Bentuk Pengasahan Pahat Bubut.
2 9 Kecepatan Potong, Putaran mesin pada waktu membubut tergantung dari diameter bahan dan. kecepatan memotong sedangkan kecepat potong tergantung dari kekerasan bahan. Untuk mengebor putaran ditentukan dari diameter bornya Angka untuk kecepatan. potong dicari dari tabel Dengan mempergunakan rumus. Cs Kcepatan potong dapat dilihat dalam tabel ft men. D Diameter bahan dalam inchi,n Putaran mesin rpm,Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011. Tabel penyayatan dapat pula dicari dengan rumus,Kecepatan potong juga dapat t. ditentukan dengan rumus 1000xCs,n Putaran mesin rpm. Cs Kecepatan potong m menit, D Diameter benda kerja dalam meter Sumber Syamsudin 1999.
Laporan Akhir Proses Produksi ATA 2010 2011 II 1 PBAB II MESIN BUBUT 2 1 Pengertian Mesin Bubut Mesin Bubut adalah suatu mesin yang umumnya terbuat dari logam

Related Books